Belanda menangis..
Juni 22, 2008
Suara saya sampai serak.
Sedikit enggak rela mengakui kalau guus hiddink memang sudah berhasil menjadi pelatih yang harus diperhitungkan.. Setelah Australia, Korea Selatan (Juga PSV dan timnas Belanda) - kali ini Hiddink berhasil membuat team asuhannya mengalahkan negara-nya sendiri. Sebuah pengkhianatan yang sangat manis, ditambah mulut yang berkomat-kamit ketika lagu kebangsaan Russia dikumandangkan.
Sial.
Dari awal permainan, Belanda memang sudah terlihat tidak fokus, entah menggampangkan atau entah apa yang terjadi - tapi yang pasti kemenangan rusia ini benar-benar menggoncang jiwa raga para Nederlanders. Para pendukung team Belanda di sebuah kafe kawasan PVJ Bandung, berteriak sekuat tenaga ketika Russia berhasil lolos ke semifinal nanti. Padahal saya menantikan permainan yang apik, atau setidaknya seperti pertandingan terakhir Belanda minggu lalu, ketika berhasil mengalahkan Prancis dengan skor 4-1.
Ah..kalau gini sih, tinggal German atau Spanyol yang saya jagokan.. saya penasaran, bagaimana keadaan Belanda hari ini.. tampaknya semua orang bermuram durja dan moody abis. hehehehe.
Sayang ya, padahal kalau final nanti diisi oleh german dan belanda, ahahahaha - i just can’t wait until that’s happen. ;P
saya penasaran pendapat kemal tentang pertandingan tadi..
(ayo maaal!! ceritakan apa yang terjadi di belanda sana!!)
Oh, what a life!
Juni 17, 2008
dan begitu saja, saya kini terdampar di salah satu hotel di DI Jogjakarta.
Entah apa yang saya pikirkan setahun yang lalu, mana saya tau kalau saya akhirnya akan menghabiskan setengah tahun dari study saya di negara tercinta ini. Mana saya tau kalau akhirnya saya menyerah juga pada keadaan tapi lalu bergelut kembali hanya untuk bertahan. Iya, hanya untuk bertahan. Bernapas. Hidup.
Bukan hanya saya, saya yakin rekan saya yang mulai melupakan kegiatan blogging-nya (dibaca: KEMAL SUPELLI) pun begitu. Mana ia pernah bayangkan kalau akhirnya, walaupun study Master-nya sebenarnya berlokasi di Hamburg sana tapi ia tetap menghabiskan hampir separuh waktunya di Amsterdam. hahaha.
Atau mungkin abang Willy, apakah dia pernah membayangkan keadaan sekarang ini akan terjadi padanya? Mengajukan pemberhentian dari pekerjaannya di Jakarta, pindah ke Bandung, menjadi wiraswasta dan kembali bersama teman-teman. Belum ditambah keadaan asmara-nya yang masih bergejolak gonjang ganjing kanan kiri. hahaha.
Hidup kadang memang mempermainkan kita sebegitu rupa, keterlaluan memang tapi toch kita tidak bisa protes.. kalaupun iya kita mau protes, lalu protes sama siapa?
Sekarang saya bekerja sebagai seorang internee di sebuah perusahaan multinasional yang berakar di Belanda sana. Lagi-lagi, sudah jauh saya berusaha menuntaskan study saya di negeri kincir itu - malah pulang ke tanah air, sudah pulang ke tanah air.. malah kerja di perusahaan milik belanda. HAH. hidup masih saja mempermainkan saya. Membuang saya kesana kemari, memindahkan saya sesuka hati.
Tapi satu hal yang paling saya suka adalah ketika saya dipertemukan dengan orang-orang baru, lingkungan yang baru, bisa dikatakan… kehidupan yang baru.
Walaupun kadang saya merasa diri saya kuat (atau mungkin sok kuat) tidak jarang saya berharap saya diberikan sebuah hidup yang sama sekali baru dan fresh. Tidak berkaitan dengan masa lalu, tidak berkaitan dengan siapapun dari masa lalu. Tapi ternyata susah, kenyataannya… salah satu rekan kerja saya ternyata berasal dari Amsterdam (yang mana adalah teman dari pacarnya bung Kemal) AH.. dunia sempit!
Kata abang Willy, kita hanya memerlukan 2 orang saja untuk dapat mengenal hampir semua orang yang ada di muka bumi ini (yang udah di dalam perut bumi ga usah diitung ya, repot). Itu sama dengan prinsip yang digunakan di social bookmarking seperti Friendster, Facebook, dll. Kalau kita kenal si A dan si B, konon kita akan mengenal si C dan si D yang menghubungkan kita kepada si E dan si F. Dan begitu pun selanjutnya..
Masih di kamar 239, sendirian di atas kasur berselimut cokelat, memanfaatkan fasilitas internet gratis dari hotel (yang juga adalah fasilitas dari kantor) saya termenung. Hidup memang penuh kejutan, siapa tau.. entah itu esok ataupun lusa, saya sudah kembali ke negara kincir dan melakukan rutinitas saya kembali. Kembali menjadi biasa. Kembali menjadi membosankan. Kembali kosong akan kejutan.
Hidup memang tak pasti, its a wheel within a wheel. Perputaran yang tidak bisa dihitung hanya oleh logika. Lagi-lagi, siapa sangka saya akan kembali ke kota gudeg ini, atas perintah atasan di kantor, lalu saya duduk di kamar dan malah menulis blog ini. Menumpahkan begitu banyak semangat atas semua draft yang telah lama dibiarkan, ah biarlah draft-draft itu tetap disana, sampai mungkin nanti perputaran nasib membuat mereka berada di tempat layak. Entah itu masuk front page, entah itu justru masuk tempat sampah. Ide yang tersia-siakan, curahan hati yang belum tersampaikan..
Maka itu, begitu memasuki kamar sepulang dari Lucifer (celebrating Raymond’s graduation) saya hanya bisa menggelengkan kepala sambil berbisik pada hati kecil saya..
“Oh..What a life..”
Ukuran Kebahagiaan
Mei 4, 2008
Orang bilang sulit untuk mengukur kebahagiaan dengan pasti. Memang benar, karena setiap orang memiliki standard kebahagiannya masing-masing. Masalah perspektif, atau sudut pandang.
Tadi pagi saya dibangunkan oleh sebuah sms dari seorang teman baik. Detail pesannya saya cantumkan dibawah ini.
Kemal.. Saya lagi di saung, dengerin Abah Iwan [Abdulrahman] sambil ngeliatin sawah.. Anda harusnya ada disini..
From: Meity Fitriani
Sent: 04-May-08, 13:56
Received: 04-May-08, 09:04
Memang kebahagiaan tidak bisa diukur, tapi saya bisa merasakan kebahagiaan Meity. Mungkin suatu saat nanti, kejadian serupa bisa terulang - tentunya ditambah dengan keberadaan saya. Kebahagiaannya pun bisa dirasakan bersama. Karena betapapun kebahagiaan tidak bisa diukur, membaginya dengan seorang teman baik tentunya akan menjadi pengalaman yang menyenangkan.
-K-
jam 12 malam
Mei 2, 2008
orang lalu lalang
saya diam kesepian
orang hirup pikuk
saya bernyanyi atas nama kesunyian
teriak teriak teriak
saya ingin lepas energi ini
tak tersalurkan dan tersumbat mati
saya ingin keluar!
quote: Sahabat
Mei 2, 2008
dan Anna Garlin Spencer pun berkata,
“The friendship between a man and a woman which does not lead to marriage or desire for marriage may be a life long experience of the greatest value to themselves and to all their circle of acquaintance and of activity; but for this type of friendship both a rare man and a rare woman are needed. Perhaps it should be added that either the man or the woman thus deeply bound in lifelong friendship who seeks marriage must find a still rarer man or woman to wed, to make such a three cornered comradeship a permanent success.”
Beauty is (really) a pain in the as*!
Mei 1, 2008
gila. saya bisa gila.
kenapa? coba kita lihat..
(1)hari pertama kedatangan saya di Jakarta, saya berniat untuk bertemu dengan seorang teman baik di daerah Patiunus. Setelah perjuangan muterin bunderan HI 3 kali (plus ngeliat kebakaran dan teriak-teriak tanpa alasan waktu ngeliat Bertrand Antolin nongolin kepala di atap mobilnya), saya akhirnya bisa berkangen-kangen ria sama si abang Dillan. Setelah ngobrol ngaler ngidul sambil makan ayam bakar plus sambel yang ekstra hot di pinggiran patiunus, saya akhirnya nyeletuk..
meity: “Bang, cariin pacar dong.. atau at least cariin calon pacar deh..”
abang dillan: “Ah gila aja lu neng, liat dulu tuh badan..”
meity: (merasa dihina) “Anjrit..gue ga gendut-gendut banget juga kali ah..”
abang dillan: “Iye, kalau kata bule lu tuh biasa aja emang, tapi ini Indonesia.. apalagi lu orang Bandung. Coba lu liat dulu deh itu cewek-cewek di Bandung bentuknya kayak apaan.. bisa kelenger lu liatnya..”
meity: “Segitunya?!”
abang dillan: “Jah, Nih neng dengerin gue ya..lu kurusin badan dulu deh.. muka lu juga ga jelek-jelek amat, kadang keliatan lucu.. tapi kurusin dulu badan!”
meity: (melengos)
abang dillan: “Euh ga percaya.. buat ukuran badan lu sekarang ini, ga ada pasar buat lu!! no chance.. liat aja ntar!”
upil: (tiba-tiba nimbrung) “Wah, padahal biasanya dia di Bandung banyak yang mau loh bang, gue jg ga ngerti tapi banyak yang ngejar-ngejar,”
meity: “Sialan,”
abang dillan: “Itu sih dia aja lagi untung..hahahahahahaha,”
(2) Lokasi: Paris van Java, Bandung
Tanggal dan Waktu kejadian: Lupa
Lakon di dalam kejadian: Meity, Harir, Fadith - dan figuran lain yg tidak perlu disebutkan
Sinopsis: Meity dan Harir adalah teman yang telah lama tidak berjumpa, setelah Harir menjemput Meity ke rumahnya, berangkatlah mereka ke PvJ dan nongkrong di Sushi groove (lalu bertemu teman-teman harir yang lain). Lalu pada satu titik, muncullah sang kecengan jaman sma yang bernama Fadith (Dith, kalau lu baca blog ini, please jangan ketawa ya nyet..biasa aja yee..maklum waktu lu maen basket di sma dulu kalau lagi keringetan suka seksi abis.. cowok keringetan itu irresistible untuk saya, hehehe)
Harir: Cheers!! (sambil ngangkat gelas bir yang udah dicampur sake dingin)
Meity: Cheers!! (ikut-ikutan ngangkat gelas isi aqua biar ga kalah gaya)
(tiba-tiba…)
Fadith: “Eh!! Ketemu lo lagi!!” (nepuk pundak saya)
Meity: : “Eh iyyaa..hallo Dith!” (berhenti bernafas sesaat, lalu bernafas normal lagi)
Fadith: “Ih, sering banget ya kayaknya ketemu lo disini.. maen kesini mulu ya?”
Meity: “Hehehe..abisnya diajakinnya kesini mulu.. makanya ajakin maen dong!! tapi lo juga sering diem di sini ahh,” (kedip genit)
Fadith: “Lahh gue mah kan emang kerja di siniii, eh.. mau ikut nonton?”
Meity: (teriak dalam hati) “Nonton apa?”
Fadith: “Iron man, sekarang banget nih tapinya,” (ngelirik jam)
Meity: “Waduh, enggak deh,.. next time aja,” (melengos)
Fadith: “Ya udah.. eh mey.. ngomong-ngomong.. lo.. tambah gendut ya!!” (Perhatikan tanda baca, dia ngomong dengan tanda seru bukan tanda tanya yang berarti itu bukan pertanyaan melainkan pernyataan, ditambah tangan yang seakan-akan memperjelas arti dengan melambangkan sesuatu yang lebar)
Meity: “Anjrit!”
Fadith: “Hehehe..maaf maaf.. dalem ya? hehehehe..piss ah. Yukk dadaahh,”
Meity: “Daaah!” (dengan hati yang terbelah-belah menjadi entah berapa) - langsung kirim sms ke sahabat bernama nana dengan isi sebagai berikut: ‘Na..fadith bilang gue tambah gendut..besok kita langsung berangkat ke tempat pijet kurus yak!’ dan nana dengan baik hatinya kirim sms balik dengan isi sebagai berikut: ‘HAUAHAUAHUAHUAHAUHAUHAUHUA MODAAAARRRRRRR!!!!!” - sialnya saya!
(3)Lokasi: sebuah tempat massage di daerah gempol
Waktu dan Tanggal kejadian: dilupakan secara sengaja
Pemeran: Saya dan resepsionis
Meity: “Mbak, saya mau pijet dong.. eh ada lulur juga ya?” (sambil liat papan di atas meja resepsionis)
Resepsionis: “Iya..ada macem-macem mbak, kalau lulur udah sekalian pijat juga kok,”
Meity: “Oooh, ya ya ya, saya lulur deh kalau gitu, ambil yang 2 jam ya!”
Resepsionis: “Oh, boleh.. mau pake apa?” (berhenti sejenak) “Ini ada macem-macem, tapi yang lagi digemari sekarang bla bla bla -nyebutin merk dan jenis lulur- tapi yang paling laku di remaja itu yang kopi mbak, soalnya bisa ngilangin selulit!” (perhatikan lagi tanda seru)
Meity: (berasa disindir dan terasa terhina tapi dipojokkan) “Ya udah deh, saya ambil yang kopi..” (duduk pasrah nunggu giliran)
(4)Lokasi: Sebuah ruangan dengan kasur kecil
Waktu dan Tanggal: Baru saja terjadi
Pemeran: Saya dan Mbak-mbak yang kejam nan gila kebersihan kulit
Mbak X: “Jadi, saya bersihin dulu muka-nya dari komedo ya.. terus nanti alisnya dirapihin, nah kalau udah itu leher di-massage dikit. Setelah massage leher dan dada, baru jerawatnya dikasih obat biar cepet kering dan hilang secepatnya..”
Meity: (Realizing that it’s gonna give me a hell out of pain) “Oke..” -nada suara bergetar karena takut
Mbak X: “Oke..bla bla bla bla..” (ngajak saya ngobrol biar perhatian saya teralihkan)
Meity: (teriak selama 2 jam ke depan, merasa wajah telah diperkosa oleh Mbak X tanpa ampun dan belas kasihan)
- 2 jam kemudian -
Si mbak X dengan polosnya mengeluarkan semacam alat tembak-tembakan yang ujungnya berjarum (steril) untuk memasukkan obat kedalam muka.
Meity: (sms mama dengan isi: MAMAAAAA!!! AKU TAKUUUUUUUUUUUUT!!! MASA MUKA AKU MAU DITOJOS PAKE TEMBAK-TEMBAKKAN!! SEREEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEM!!!”
Mbak X: “tutup mata ya..” (muka udah mirip lucifer)
Meity: “bentar bentar..” (buka sms balesan dari mama, isinya: Yah, tahan sedikit kalau sakit.. itu perjuangan demi jadi lebih cantik..) - hampir pingsan dengan pikiran ‘KEJAMNYA DUNIA KECANTIKAN‘
Mbak X: Zzzz ZZzz Zzzz (bukan suara tidur, tapi suara mesin..)
Meity : (Pasrah)
—
Coba kalian baca lagi itu kalimat yang pake “bold” style, karena itulah yang menggambarkan dunia saya saat ini. Cantik itu sakit!! Cantik itu susah!!
Bohong lah kalau kalian bilang cantik ga sebatas muka dan penampilan, karena ternyata saya hari ini jadi korban pemaksaan si mama untuk jadi korban si Mbak X. Belum lagi semua komentar tentang fisik saya yang emang kalau saya bandingin sama cewek-cewek bercelana pendek (Mal, bener kata anda, di Bandung lagi mode banget pake celana pendek!!) yang pada jalan-jalan di Paris van Java. Oh, Jangan sampe ada yang komentar tentang ukuran kaki saya yang juga gak masuk akal untuk ukuran kaki cewek, padahal menurut saya ukuran kaki saya itu sesuai sama tinggi badan dan besar badan saya, so mind your own business lah!!
Saya marah.
Saya tau kalau muka tanpa jerawat dan komedo itu lebih enak diliat, bener kok. Kan sehat juga..
Saya juga tau kalau badan itu lebih bagus kalau proporsional, karena emang sehatnya sih begitu..
Tapi kenapa harus jadi generalisasi?! Kenapa sekarang orang-orang berebut untuk jadi kurus dan berwajah mulus HANYA UNTUK DITERIMA DI PERGAULAN!?
Saya tau nih kayaknya jawabannya.. Karena tiap saat, orang yang tidak proporsional dan tidak memiliki wajah mulus sering di cela sama temen-temennya sendiri. Orang yang ngaku temen, yang harusnya nerima dan ngasih support malah ngasih celaan dan ejekan yang bikin kita enggak percaya diri. Kadang sebel juga sama orang yang bilang kalau saya enggak gendut dibandingin sama dia (tapi ukuran baju dia XS dan saya M-L) gimana saya enggak ngerasa disindir abis-abisan?!?!
Gila, ukuran celana saya aja ternyata kemaren (pas beli celana baru) cuma 29!! Tapi saya masih dibilang gendut, harus berapa ukuran celana saya coba? 26?!! GILA AJA!
Ukuran baju pun saya masih wajar, masih nemu di tempat-tempat umum, walaupun kalau enggak ukuran Medium berarti saya ambil yang Large (biasanya sih yg medium nyangkut di dada dan di pinggul), tapi ya so WHAT?!
Gila.. mau jadi cantik aja kok susah banget sih. Sampai hari ini (selain waktu saya belajar pake sepatu cewek yang berhasil bikin kulit kaki saya ngelupas-ngelupas) saya baru setuju sama pendapat orang kalau BEAUTY is PAIN. bener banget tuh.
Kadang dibilang pantat saya terlalu besar, tapi kalau saya jalan masih suka ngeliatin pantat saya dari belakang.. HUH. MAUNYA APAAN COBA ORANG-ORANG ITUUUU!!!! (emosi dan dendam membara)
-pergi ngopi dan makan jam 12 malem di punclut, gak peduli apa kata orang tentang berat badan..saat ini yang saya peduliin cuma makan pete pake nasi merah dan sambel terasi malem-malem sambil liatin bandung dihias lampu itu indah banget dan berasa di rumah.. for you guys who can not eat after 5 or 8 o’clock..POOR YOU! yang saya bisa kasih tau sama kalian cuma.. KALIAN GAK TAU NIKMATNYA HIDUP!!!-
(nimbang berat badan dulu sebelum pergi, masih parno juga soalnya) *grin
kebodohan merajalela
April 30, 2008
Lokasi: Paris van Java alias PvJ - depan toko Adidas
Pemeran: Meity dan Nana, beserta anak nongkrong PvJ
Waktu: 29 April 2008 - 18.00 wib
—
Saat itu, dua orang sahabat sedang sibuk mencari sebuah kado yang akan dipersembahkan kepada sang sahabat yang kebetulan pada hari itu juga sedang merayakan hari ulangtahun ke-21.. Sang sahabat yang berulang tahun, bernama Amal, sedang mengikuti cursus di Goethe institut pada hari itu, Meity dan Nana pun berkeliling kota mencari kado.
Toko pertama adalah Adidas, karena Amal sempat mengutarakan keinginan secara implisit bahwa dia menginginkan sebuah jacket berwarna merah bergaris biru dengan label si tiga garis di dada. Lalu berjalanlah Meity dan Nana menuju Adidas, di depan toko.. ada segerombolan laki-laki dan perempuan sedang duduk-duduk nongkrong. Meity merasa mengenal salah satu-nya, dengan kepala yang berputar-putar karena demam dan hidung yang tidak bekerja sama, Meity pun berusaha mengenali sang lelaki yang tatapan matanya telah terkunci dengan pandangannya.
…
…
*BRAK!*
dan Meity pun menabrak sebuah pintu kaca saat sedang berniat membalas senyuman si laki-laki tidak dikenal tapi tampak akrab itu.
*Nana langsung masuk toko, pura-pura gak kenal sama Meity*
—
dan Meity pun menanggung malu.
Sial.
a (compact) Trip to Hamburg
April 12, 2008
Awalnya saya berniat menuliskan satu jurnal dengan judul “2 Hari Bersama Kemal Supelli” tapi setelah dipikir-pikir, kok terkesan seperti sebuah artikel yang ditulis oleh pemenang kuis untuk menghabiskan waktu bersama selebritis pujaan, jadi.. demi menghindari kesan yang “tidak-tidak” (alias anggapan bahwa si Kemal adalah seleb idola saya) jadi saya ganti judulnya.. hehehehe..
Tanggal 9 sampai 11 April yang lalu, saya menemani Kemal balik ke Hamburg (Harburg sih tepatnya) untuk melakukan presentasi di hadapan sang dosen. Presentasinya sendiri cuma berdurasi 15 menit, sisa waktu yang ada digunakan untuk mengeksplorasi kota di mana teman saya menuntut ilmu. kekekekek. Jadi inti perjalanan saya kemarin itu pure untuk jalan-jalan sekaligus memastikan si Kemal kembali ke Belanda tepat waktu demi menonton quickie express di Rialto.
Hari selasa, pukul 23.15 (GMT +1) saya dan kemal berangkat dari Amsterdam Amstel dengan menggunakan layanan bis Eurolines. Tiba di Hamburg ZOB (bus station) kurang lebih pukul 6 pagi. Sambil menggigil kedinginan, kami mengambil S-Bahn menuju Harburg dan langsung “tepar” di kamar bung Kemal. Siang hari-nya, setelah membuntuti Kemal ke kampus-nya, saya disuguhi kebab lalu berjalan-jalan di Hamburg.
Mulai dari toko tas (buatan zurich, switzerland) FREITAG, yang isi-nya bikin ngiler..jadi ini tas GOKIL banget. Ga ada satupun motif yang sama, bahan-nya semua recycle. Mulai dari strap yang dibikin dari sabuk pengaman, terus karet dari ban mobil dan bahan utama tas-nya adalah terpal container yang bikin ini tas unik dan mahal gila. Harga tas paling murah Euro 93, itupun kecil banget.. sedangkan model terbaru bisa sampe Euro 250, yang berhasil bikin saya dan Kemal melotot sekalian “ngacai” — sangat menggiurkan.
Setelah Freitag, sempat muncul ide untuk naik balon udara yang diurungkan entah karena alasan apa.. kayaknya gara-gara kita berdua sama-sama lagi miskin. hehehehe. Terus pergi ke toko vintage, dimana isi-nya dipenuhi barang 2nd hand yang berasal entah dari tahun berapa. Saya
sambil memutuskan sempat mencoba 2 dress tahun 70an berwarna biru, lagi-lagi masih memutuskan untuk tidak membuang uang saya begitu saja.. Hari ini diputuskan bahwa kami hanya akan window shopping dan menentukan barang mana yang patut dibeli keesokan hari nya. Setelah keluar masuk toko ini dan itu, minum kopi di Alex sambil memperhatikan orang-orang menikmati sinar
matahari di dermaga (makan ati sambil liatin orang pacaran) lalu nongkrong di pinggir jalan. Makan nasi goreng seharga 4 euro dengan porsi tukang becak, kami pun memutuskan sudah waktunya untuk pulang, badan masih capek karena perjalanan sehari sebelumnya, perut sudah kenyang dan kaki sudah terlalu lelah untuk dipaksa berjalan.
Keesokan harinya, setelah bangun pagi dan disuguhi kopi oleh sodara Kemal, kami berdua packing dan menyimpan barang-barang di luggage locker Stasiun. Perjalanan kali ini dimulai dengan mengunjungi
Stadtpark Hamburg, karena ternyata Bung Kemal sendiri belum pernah kesana. Lagipula, matahari sangat bersahabat, jacket winterpun dilepas ketika badan sudah mulai berkeringat. Di sini, Kemal bermain dengan flying fox di area bermain untuk anak-anak - dasar
laki-laki..kalau udah ketemu yang kayak gini semangat ‘45 langsung keluar. Padahal pertamanya mah yah, dia teh sok-sok-an enggak mau maen (kayaknya malu kalau keliatan ada student S2 jurusan Engineering bermain di taman buat anak kecil hiihhi) tapi taunya udah sekali nyoba malah keterusan.. hahahaha. Ternyata ada planetarium di ujung taman-nya, jadi kesanalah kami berdua sambil poto-poto narsis. Banyak orang yang cuma duduk-duduk menikmati sinar matahari yang belakangan jarang keluar, atau anak-anak kecil yang belajar maen sepeda, yang paling sering sih orang yang lagi bawa anjing jalan-jalan.
Setelah melihat si danau dan puas mengelilingi stadtpark, saya dan kemal kembali ke pusat kota dan memulai perburuan barang-barang. Dimulai dengan mengunjungi H&M dan Mango (dilengkapi kebodohan saya yang hampir jatoh dari tangga), lalu mengisi perut di Burger King (dan melihat seseorang yang memamerkan pantat dengan sukses-nya), lalu mampir ke Europe Passage untuk beli es-krim. Saya sendiri berhasil menggondol beberapa barang
dari American Apparel (sebuah dress hitam yang cara pake nya bisa ganti-ganti dan sebuah hoodies). Kemal pun akhirnya mengajak saya kembali ke Freitag karena ada satu model tas yang bikin dia gak bisa tidur, dan merasa harus mengamankan si tas (model itu keluar di tahun 1997 dan tidak di produksi lagi). Sisa perjalanan, kami hanya menikmati pemandangan kota Hamburg, makan malam dan ngopi lagi di Alex sambil mendengarkan seorang saxophonist jalanan yang memberikan sentuhan romantis pada sebuah sisi kota Hamburg.
Candaan-candaan biadab khas kami berdua pun sudah tak terhitung, perjalanan singkat yang benar-benar memberikan kesan tak terlupakan untuk saya. Setelah beratus-ratus rencana untuk mengunjungi Hamburg yang selalu saja saya batalkan, akhirnya terlaksana. Saya pun mendapatkan sebuah “get-away” trip yang
sangat menyenangkan. Ditutup dengan berbagai cerita dari kota Hamburg, kami menutup perjalanan ini dengan mengendarai Eurolines menuju Amsterdam Amstel pada pukul 22.30. Kembali menuju satu kota yang juga menarik dan telah menjadi second home untuk kami berdua. Kembali menuju sang kekasih (bagi Kemal tentunya) dan seorang sahabat (bagi saya). Dibukakannya pintu apartement yang berlokasi di Rode Kruislaan - Diemen oleh Chakee, telah menutup perjalanan kami berdua, meninggalkan berbagai cerita-cerita bodoh yang tentu saja akan saya ingat sampai tua. hihihi.
Terima kasih ya Kemaaal..untuk 2 hari bersama anda yang sangat menyenangkan!
ayyo Maaal..next destination : Munchen dan Prague!!!!
ps. Foto-foto bisa dilihat di sini dan di sini.
life is indeed full of surprise
April 7, 2008
*melirik kemal yang sedang tidur*
*melirik chakee yang sedang tidur*
*melirik kelzo yang sedang tidur*
*melirik layar laptop yang barusan memberikan kejutan*
iyya, barusan aja ada kejutan datang dari Indonesia.. tampaknya dalam waktu dekat saya akan pulang, insya allah kalau memang memungkinkan.. paling cepat mungkin minggu depan saya sudah berangkat. Tapi kemungkinan terburuk ya saya enggak jadi ke Indonesia. hehehe.. tapi ini langsung mencari-cari tiket pulang yang murah, jadi kalau ada yang bisa bantu.. akan sangat dihargai usaha-usaha nya.
fiuh..
and so it is..
life is just full of surprises..
quote: Man
April 4, 2008
“Man is a credulous animal, and must believe something; in the absence of good grounds for belief, he will be satisfied with bad ones.” - Bertrand Russel.
Kita Berteman Aja Deh Ya..
April 2, 2008
Cuplikan surat sengaja saya taruh disini. Siapa tahu bisa menginspirasi orang lain untuk menolak sebuah perusahaan. Atau sekedar menolak pacar lewat surat.
Dear Mrs. E,It is with both regret and dissapointment that I am not be able to get a supervisor for my internship at Corus. The decision has been made, and all of my 4 Professors rejected my proposal to conduct a master thesis at Corus. Many reasons have been raised, but mostly they are incapable due to lack of knowledge in sheet metal processing technology.
It has been my passion to be able to work in Corus, but what can I say - it is impossible to do without any supervisor from the university. I can, however, delay my master thesis to do the internship, but it doesn’t seem to be feasible regarding the implication of fund I personally should bare.
If everything goes on smooth, I will be graduated on October 2008. Regardless this matter, I hope the opportunity for me will still be wide-open.
I will personally send an e-mail to Mr. JL of Hot Rolling Department to notify him about this difficulties.
Thank you so much for giving me the opportunity, and all the effort to ease me with all the admission processes.
Kind Regards,
Kemal Supelli
Berat rasanya harus menekan tombol Send pada toolbar di layar e-mail saya. Tapi tetap harus dilakukan. Rupanya keadaan memaksa kita untuk tidak bersama.
Yah, apa boleh buat. Seperti orang bilang, masih banyak ikan di laut. Semoga saya bisa mendapatkan ikan yang lebih tepat untuk saya. Atau mungkin juga saya akan mendapatkan ikan yang sama, cuman di lain waktu dan kesempatan saja. Seperti saya bilang kan, I hope the opportunity for me will still be wide-open.
Aksi - Reaksi
April 2, 2008
Lagi-lagi saya tergugah untuk menulis satu hal yang biasanya saya hindari, untuk saya hal-hal seperti ini sebenarnya lebih kepada prinsip dan kesadaran masing-masing saja.
Setelah ribut dengan aksi salah satu tokoh politik Belanda yang beberapa hari lalu meluncurkan satu buah slide show (Oh, maksud saya film..) dengan judul ‘Fitna’ kali ini rakyat Indonesia kembali sibuk dengan baru diluncurkannya Undang-Undang anti-pornografi.
Dua kejadian yang menimbulkan banyak tanggapan dari berbagai pihak, dari blogger sampai para pejabat. Bisa dibilang kedua hal yang saya sebutkan (peluncuran ‘Fitna’ dan di-sah-kannya UU anti pornografi) adalah aksi. Yang menurut hukum alam, jelas akan menimbulkan reaksi. Betul bung Kemal? dan kalau diijinkan, saya ingin memberikan opini saya atas reaksi yang timbul atas kejadian-kejadian tersebut.
Betul Mey.. Memang setiap aksi pasti ada reaksi. Ini sudah hukum alam. Dijelaskan konkrit oleh Sir Isaac Newton pada tahun 1687. Lebih tepatnya dikenal dengan Hukum Newton I - atau kerennya Law of Inertia. Katanya, benda yang dikenakan suatu gaya akan melawan gaya itu dengan besar yang persis sama. Dengan kata lain, seperti yang Anda tadi sebutkan, setiap ada aksi pasti ada reaksi. Tapi Bang Newton juga bilang, besarnya reaksi sangat tergantung dengan besarnya aksi. Katanya, besarnya reaksi selalu sama dengan besarnya aksi. Itu sebabnya mengapa untuk menahan benda sebesar 10 Newton, Anda harus memiliki kekuatan juga sebesar 10 Newton. Karena begitulah, alam ‘memaksa’ seluruh benda senantiasa berada dalam kesetimbangan.
Nah, reaksi yang diberikan oleh masyarakat terkait sebenarnya cukup mengecewakan. Hal yang menurut saya kurang diperhatikan oleh para pemberi reaksi adalah kesadaran diri masing-masing dan rasa tanggung jawab.
Film fitna, hasil karya oom Geert itu, menuding Islam sebagai agama yang tidak memiliki pri-kemanusiaan (tidak mengindahkan hak azasi manusia) dan dibandingkan dengan Meinkampf-nya kakek Hitler. Begitu banyak potret-potret yang memang kalau diteliti lagi kurang manusiawi dan tidak masuk akal, beberapa dialog yang ditampilkan pun hanyalah dialog yang berisikan imam-imam menyerukan umatnya untuk membunuh siapa saja yang bukan islam.
Bagaimanakah umat islam bereaksi?
Mayoritas umat islam menanggapinya dengan penuh emosi, kepala panas, dan pastinya dongkol sedemikian rupa - menjadikan kepala dan hati mereka masing-masing dipenuhi dendam (yang mana tentu saja pernah diserukan oleh Allah SWT bahwa dendam adalah salah satu perbuatan yang terkutuk). Siapa sih yang enggak marah kalau agama atau apapun itu yang ia percaya sebagai sesuatu yang baik, dituding sebagai sesuatu yang buruk? Saya pun sebagai seorang penganut agama islam merasa tersinggung, atas segala tudingan yang diberikan - dan sedikit kecewa, prihatin, sedih begitu menyadari apa yang ditudingkan oleh mereka mungkin saja benar. Kenapa saya bilang begitu?
Karena apa sebenarnya yang kalian ingin sampaikan kepada pemerintahan belanda dengan melempar telur ke Kedutaan Belanda? apa yang ingin disampaikan pada Geert Wilders dengan membawa satu karton besar bertuliskan “KILL WILDERS”? apa yang ingin disampaikan pada sebuah dialog terbuka, dimana kalian menjawab penuh emosi atas semua tudingan - berteriak lantang, mengacungkan tangan, apakah itu yang kalian namakan pembantahan atas ‘Islam adalah agama dengan penuh kekerasan dan tidak ada sama sekali kedamaian di dalamnya?’ ????
WAKE UP EVERYBODY.. that would not be the smart thing to do in order to beat this guy if you want to prove that he’s wrong!!
Iyya Mey, masalahnya ternyata Hukum Newton tidak bisa diterapkan begitu saja kepada manusia. Seperti yang Anda sudah bilang tadi - terbukti, reaksi tidak selalu sebesar aksi. Justru terkadang terlampau besar - atau malah dibesar-besarkan. Persis seperti kasus Oom Geert yang sudah Anda paparkan. Seharusnya aksi seperti ini dihadapi dengan kepala dingin, tidak usah dengan teriak-teriak. Apalagi dengan telur busuk.
Ya Mal..sebenernya pembahasan kita jadi kurang fokus sekarang, saya pada awalnya hanya ingin mengatakan bahwa sebenarnya reaksi yang diberikan oleh umat Islam yang merasa tersinggung terlalu berlebihan dan menggunakan pendekatan yang salah. (jangan salah sangka, saya pun memiliki reaksi tersendiri atas ditudingnya Islam sebagai agama yang kejam dan mengabaikan nilai-nilai hak azasi manusia). Menurut saya, dalam penerapan hukum aksi dan reaksi ini perlu ditambahkan satu langkah, yaitu evaluasi diri. Umat Islam yang tersebar di dunia ini seharusnya lebih melihat ke dalam diri masing-masing, mengevaluasi apakah yang dikatakan oleh Wilder itu benar? Kalau salah, coba dicari alasannya… kenapa si Oom Geert itu bisa berkata seperti itu? Setelah ketemu alasannya barulah dipikirkan bagaimana caranya untuk membuktikan si Oom Geert salah (yang jelas tindakan anarki tidak termasuk ke dalam salah satu solusi, walaupun seperti telah saya bahas beberapa hari yang lalu di sini, banyak orang percaya Oom Geert akan menjadi korban assasination berikutnya setelah van Gogh).
Untuk kasus si “Fitna” ini, saya rasa reaksi yang sejauh ini masuk akal hanyalah dialog terbuka yang dilakukan tadi siang oleh si Geert dan orang yang menentangnya. Dan alangkah jauh lebih baiknya jika kita membuktikan dengan perilaku (yang didasari kesadaran diri masing-masing) di dunia nyata. Tidak usah kita berdebat, berapa banyak muslim yang dianiaya oleh “penganut agama lain”, itu hanya akan memperburuk keadaan, tidak perlu juga kita berteriak-teriak dengan penuh kemarahan. You guys have to realize that it ain’t make anything goes any better than it is now. Ketika amarah kita terpancing, maka Oom Geert menang. And I don’t want to be in a position who admit that he won this war. If you want to win this war, be smart (which i don’t really exactly know how to do that).
Tidak mudah memang untuk tidak terpancing emosi. Tapi ikutilah hukum alam. Ikuti hukum aksi-reaksi. Balas aksi dengan reaksi yang wajar. Tidak berlebihan. Tidak berat sebelah. Prinsipnya tetap sama, aksi = reaksi. Hanya dengan begitu, kesetimbangan akan tercapai. Bukan sekedar aksi balas membalas yang tidak ada hentinya. Toh?
Betul Mal.. jadi sambil membuktikan si Oom Geert itu salah kita stay cool, calm and confidence aja nih?
Tepat!
Iyya..menurut saya juga begitu. Tidak perlu lah konfrontasi secara anarkis terhadap pihak yang tidak bersalah (Geert Wilders memang orang Belanda dan berada di parlemen, tapi film “Fitna” ini tidak berhubungan dengan kerajaan Belanda - dan hanya merupakan act from the Freedom of Speech ; juga perlu diingat mayoritas WN Belanda tidak sependapat dengan si Oom Geert). Untuk bisa mengubah keadaan, harus dimulai dari diri sendiri.
“Do you want to know how to change the world? One act of random kindness at a time” (quote taken from: Evan Almighty)
Bagi umat Islam yang ada dan sedang dilanda dengan cobaan berupa fitnah ini, sudah saatnya kita menunjukkan kebaikan yang ada dalam agama Islam. Salah satu dari sekian banyak contoh yang bisa saya berikan, mungkin ayat Al-Qur’an di bawah ini bisa mewakilinya.
Sudah saatnya kita membuktikan bahwa Islam bukanlah agama penuh kebodohan, dan satu-satunya cara untuk membuktikan hal tersebut adalah dengan menjadi (berpikir - bertingkah laku) SMART. pintar.
karena itulah reaksi yang akan membuat keadaan menjadi seimbang, (kalau boleh pinjam istilahnya si Kemal sih..) memenuhi law of inertia.
Well, sekian dulu dari kami.. berhubung bung Kemal sudah jatuh tertidur di Amsterdam sana.. pembahasan mengenai pemberlakuan UU anti pornografi akan kita bahas di postingan berikutnya
groetjes,
meity & kemal
Hallo Bandoeng van Wieteke van Dort
Maret 31, 2008
Memenuhi janji saya kepada Bung Kemal -yang sedang sibuk dengan deadline paper dan menjadikannya alasan untuk absen menulis di sini- berikut adalah lirik lagu dari lagu lama berjudul Hallo Bandoeng, dinyanyikan oleh Wieteke van Dort.. to listen to the song you can click on the title below;
Hallo Bandoeng - Wieteke van Dort
‘t Oude moedertje zat bevend
Op het telegraafkantoor
Vriend’lijk sprak de ambt’naar
Juffrouw, aanstonds geeft Bandoeng gehoor
Trillend op haar stramme benen
Greep zij naar de microfoon
En toen hoorde zij, o wonder
Zacht de stem van hare zoon
refrain:
“Hallo! Bandoeng!”
“Ja moeder hier ben ik!”
“Dag liefste jongen”, zegt zij met een snik
“Hallo, hallo!
Hoe gaat het oude vrouw?”
Dan zegt ze alleen:
“Ik verlang zo erg naar jou!”
Lieve jongen, zegt ze teder
Ik heb maandenlang gespaard
‘t Was me om jou te kunnen spreken
M’n allerlaatste gulden waard
En ontroerd zegt hij dan:
“Moeder Nog vier jaar, dan is het om
Oudjelief, wat zal ‘k je pakken
Als ik weer in Holland kom!”
refrain
“Jongenlief”, vraagt ze, “hoe gaat het Met je kleine bruine vrouw?”
“Best hoor”, zegt hij, “en we spreken
Elke dag hier over jou
En m’n kleuters zeggen ’s avonds
Voor het slapen gaan een gebed
Voor hun onbekende opoe
Met een kus op jouw portret”
refrain
“Wacht eens, moeder”, zegt hij lachend “
‘k Bracht mijn jongste zoontje mee”
Even later hoort ze duidelijk
“Opoe lief, tabeh, tabeh!”
Maar dan wordt het haar te machtig
Zachtjes fluistert ze:
“O Heer Dank dat ‘k dat heb mogen horen…”
En dan valt ze wenend neer
“Hallo! Bandoeng!”
“Ja moeder hier ben ik!”
Ze antwoordt niet.
Hij hoort alleen ‘n snik
“Hallo! Hallo!…” klinkt over verre zee
Zij is niet meer en het kindje roept: “Tabeh”
ps. Mal, kalau butuh di translate ngomong ya.. sebenernya tinggal anda copy paste ke babelfish sih, tapi yah..kadang ngaco.. hahaha..
and I tried to sing it out..(not loud)
Maret 29, 2008
Well, beberapa waktu yang lalu.. seorang teman memberikan ide pada saya untuk merekam satu lagu cover. Entah kenapa lagu yang dinyanyikan harus lagu ini, tapi cover saya ini mirip sekali dengan versi oom Ed Motta, walaupun masih kalah jauh.. hehehe..
Tapi akhirnya, saya dapet file-nya dan diberikan ijin untuk memajangnya di weblog atau dimanapun saya mau. Tentu saja dengan harapan, yang ngedenger ngasih komentar, kritik dan saran.
uh, berhubung ternyata enggak bisa pajang si imeem di sini, lagunya bisa didengerin di sini.
ps. saya perlu mengucapkan terima kasih pada Dennis Maks, Haytam, dan Jim yang udah bikin musiknya dan meluangkan waktu hanya untuk saya.
thanks a lot..
lirik lagu bisa dilihat di postingan saya beberapa waktu yang lalu - klik di sini.
sebuah pandangan atas keyakinan
Maret 28, 2008
Saya percaya saya adalah seorang Muslim, telah mengucapkan syahadat - berusaha untuk memenuhi shalat 5 waktu (walaupun ternyata masih kalah dengan waktu) - berpuasa di bulan Ramadhan - berniat pergi hajj kala mampu - dan tentu saja saya percaya bahwa tiada Tuhan selain Allah SWT.
apakah itu membuat saya menjadi seorang terrorist?
apakah lalu itu membuat kalian yang tidak sama keyakinan-nya dengan saya diijinkan untuk memicingkan mata kala bertatap muka?
–
Saya percaya, atas keberadaan agama-agama selain islam. Saya tidak menghakimi keyakinan kalian, tidak juga ketakwaan kalian. Mengapa? Karena saya, walaupun yakin atas ke-esa-an Tuhan saya, percaya bahwa sebenarnya kita semua menyembah Tuhan yang sama hanya saja dengan cara yang berbeda-beda. Sangat mungkin timbul beberapa tentangan atas pernyataan saya, tapi kalau ternyata ada begitu banyak Tuhan di dunia ini, bukankah itu akan menimbulkan keadaan yang sangat aneh? Bagaimana bisa ada beberapa Tuhan mengatur satu semesta. Apa yang terjadi kalau mereka memiliki perbedaan pendapat? kiamat kah?
Maka daripada itu, saya lebih memilih untuk percaya bahwa semua manusia sebenarnya memiliki satu tujuan yang sama, hanya ada satu Tuhan di dunia ini tetapi disembah(nya) dengan cara yang berbeda-beda.
Manusia diberikan kebebasan untuk memeluk kepercayaan yang dianggapnya paling benar. Lalu kenapa saya memeluk agama Islam? Karena meskipun saya memang (atas bantuan alam semesta) dilahirkan di keluarga muslim, bukan berarti saya harus menjadi seorang muslimah. Saya bisa saja murtad, berpaling untuk memeluk kepercayaan lain yang saya anggap paling tepat bagi diri saya.
Tetapi saya tidak menjadi murtad karena saya merasa, Islam adalah bagian penting dalam hidup saya. Saya beruntung telah mengenyam pendidikan agama sejak saya masih belajar merangkak, terlebih beruntung karena saya selalu diberikan kebebasan untuk memilih jalan hidup saya. Dan saya ingat betul atas satu pernyataan, “Kebebasan adalah hadiah terbaik yang bisa dimiliki oleh manusia” yang tentu saja disertai dengan tanggung jawab.
Hari ini, dua orang teman saya dari kampus mampir ke rumah. Lalu kami berbincang-bincang tentang paham kanan dan kiri, tiba-tiba saja topik pembicaraan jatuh pada sosok seorang anggota parlemen belanda yang kemarin meluncurkan satu film tentang agama yang saya peluk. Judul film-nya adalah “fitna(h),” entah kenapa si bapak membuat film dengan judul seperti itu. Kami sempat membuat lelucon, mungkin karena ini adalah usaha dia untuk membuat satu fitnah?
Sejujurnya saya tidak biasa menulis mengenai hal-hal yang gampang menimbulkan kontroversi karena menyangkut prinsip hidup orang lain. Saya juga tidak membuat tulisan ini untuk mengadu domba atau melakukan usaha merusak ketentraman hidup orang lain. Tapi setelah tadi melihat film dari si anggota parlemen belanda tersebut, ada suara yang sedikit terusik dalam hati saya. Suara itu berkata dengan volume sangat rendah, mungkin karena tidak ingin mengganggu saya. Walaupun pada akhirnya saya menulis juga tentang film tersebut.
Film ini sejak pembuatannya telah membuat banyak kontroversi, banyak yang bilang si penggagas film ini berpotensi dibunuh seperti sutradara belanda (Alm.)Dhr. van Gogh, tapi apa saya dan teman-teman saya bilang?
“Film ini berpotensi menyulut api perang agama di seluruh dunia. Fakta yang ditampilkan tidak memberikan tampilan lengkap alias hanya berupa potongan-potongan dari berbagai hal yang mungkin sengaja dilakukan, dimana ketika hal itu dilakukan hanya akan membuat satu persepsi yang salah. Siap-siap lah, karena mungkin saja - dalam beberapa waktu dekat, kita akan dihadapkan pada satu keadaan yang mungkin mirip Holocaust, pembantaian terjadi dimana-mana, pembunuhan tanpa pandang bulu, meluas ke semua area dimana perbedaan keyakinan dianggap sebagai sesuatu yang salah. Keadaan di mana semua orang merasa dirinya-lah yang benar dan yang lain adalah salah. Keadaan di mana manusia, telah terenggut kebebasannya,“
Peluncuran film ini bukanlah sesuatu yang bijaksana, telah keluar beberapa larangan bagi si penggagas film untuk memasuki negara arab, website-website yang menayangkan film tersebut pun beberapa telah di banned hanya untuk meredam kemungkinan terjadinya perang.
Saya pun jadi bertanya pada diri sendiri,
mereka yang mengaku dirinya terrorist, membunuh atas nama Tuhan. Al-Qur’an di tangan kanan dan Pedang di tangan kiri, pantaskah mereka dipanggil seorang muslim dan muslimah?
atau justru,
saya yang duduk diam di ruang tamu rumah saya, menonton film dan tv yang disiarkan oleh orang-orang “barat” sambil menikmati kopi saya dan menyulut sebuah rokok, apakah itu tidak menggoyahkan keadaan saya sebagai seorang muslim? pantaskah saya mengakui bahwa kepercayaan yang saya ambil adalah Islam?
—
Lalu apa yang harus saya lakukan? Apakah dengan melakukan semua yang telah dilarang itu maka saya bukanlah seorang muslimah lagi?
Bukankah yang terpenting adalah apa yang kita percaya? Saya percaya Allah SWT adalah benar, dan Ia telah menggariskan hidup saya. Saya pun percaya bahwa walaupun saya tidak dalam keadaan bersujud pada-Nya, do’a yang terucap akan selalu didengar. Saya percaya bahwa Dia Maha Mengetahui, dan Dia tentu saja tau bahwa saya memiliki keyakinan terhadap-Nya.
Bukankah begitu?
Ataukah, ada cara lain sebagai manusia untuk membuat dirinya layak dipanggil seorang Muslim/Muslimah?
—
Pembenaran akan selalu dicari seorang individu yang telah melakukan satu kesalahan, tetapi adilkah apabila Tuhan dijadikan alasan atas segala tindak (yang sama sekali tidak manusiawi) yang telah dilakukan? teman saya Ardho, juga pernah menulis mengenai hal ini, dan benar pendapatnya. Tuhan tidak selemah itu, Dia tidak perlu manusia untuk membela-Nya. Dia maha pencipta, maha segala-galanya.
Juga tidak adil apabila Islam disalahkan, atas semua pembunuhan yang terjadi. Atas semua tindakan terrorisme yang hadir menemani kita selama beberapa tahun kebelakang. Mengapa kita teriak sambil menunjukkan jari kita kepada mereka sambil berkata “mereka orang islam,” atau “mereka itu kristen,”
Apakah dengan dia fasih berbahasa arab, lalu dia menjadi orang Islam?
Apakah dengan saya berdoa dan menutupnya dengan melambangkan salib pada kening, bahu, dan dada saya lalu saya otomatis jadi penganut ajaran Kristus (trinitas)?
Apakah dengan saya menggunakan sebuah kalung berlambang bintang segi enam, saya menjadi seorang yahudi?
Bukankah agama adalah apa yang kita yakini, yang kita anggap sebagai nyawa kita, kita simpan di dalam hati lalu diamalkan sesuai dengan ajaran yang ada? Ataukah sekedar pencantuman nama keyakinan kita di sebuah kartu identitas belaka?
Lalu apa yang terjadi ketika Islam-lah yang menjadi korban? Apa yang terjadi ketika para tentara Amerika menembak begitu banyak manusia-manusia tidak berdosa di tanah-tanah yang mengandung minyak? Bah, hanya dengan alasan mereka adalah anggota Al-Qaeda. Omong kosong.
Film dari G.W. (saya singkat aja ya, nanti dia ge-er kalau namanya masuk blog ini) hanya menampilkan persepsi dari seseorang yang telah dikenal sebagai anti-Islam. Fakta yang diberikan pun sebenarnya tidak berdasar, hanya cuplikan-cuplikan yang seperti telah saya sebutkan, akan memancing adanya kesalahan para penonton dalam membentuk persepsi nya terhadap Islam. Bahkan beberapa fakta yang disebutkan di dalam film tersebut, saya anggap tidak relevan. Contohnya? Perkembangan jumlah penganut Islam di Belanda (mulai dari 54 orang sampai dengan 54.000.000 orang), pemberitaan tidak di banned-nya burqa di Belanda (Lalu kenapa? It’s not like they are hiding weapon behind it). dan beberapa fakta lain, seperti tentang keberadaan masjid di Belanda.
Pembicaraan mengenai topik ini telah menjadi sebuah roda di dalam roda, alias gak akan ada habisnya.
Bukankah lebih penting mencari sebuah solusi, bagaimana caranya setiap individu yang ada(baik yang memiliki keyakinan mengenai Tuhan ataupun tidak) dapat hidup bersampingan dengan perasaan saling menghargai satu sama lain?
dunia ini semakin lama semakin gila, ketika kita dihadapkan pada satu krisis dunia di mana nyawa bumi terancam akibat kesalahan yang kita lakukan.. beberapa orang masih sibuk berebut menjadi raja di dunia. beberapa orang lainnya berusaha merebut minyak di sana sini dan melakukan apapun yang dibutuhkan selama mereka bisa mendapatkan apa yang mereka mau..sisanya? membuat film semacam fitnah ini, yang entah maksudnya apa..tapi berpotensi membuat kita kembali ke jaman purba, perang dimana-mana. dimana orang saling membunuh. menghina. hanya karena kita berbeda..
sudah siapkah kita menghadapi perang dunia ke-3?
istighfar..

