Memenuhi janji saya kepada Bung Kemal -yang sedang sibuk dengan deadline paper dan menjadikannya alasan untuk absen menulis di sini- berikut adalah lirik lagu dari lagu lama berjudul Hallo Bandoeng, dinyanyikan oleh Wieteke van Dort.. to listen to the song you can click on the title below;

Hallo Bandoeng – Wieteke van Dort

‘t Oude moedertje zat bevend
Op het telegraafkantoor
Vriend’lijk sprak de ambt’naar
Juffrouw, aanstonds geeft Bandoeng gehoor
Trillend op haar stramme benen
Greep zij naar de microfoon
En toen hoorde zij, o wonder
Zacht de stem van hare zoon

refrain:
“Hallo! Bandoeng!”
“Ja moeder hier ben ik!”
“Dag liefste jongen”, zegt zij met een snik
“Hallo, hallo!
Hoe gaat het oude vrouw?”
Dan zegt ze alleen:
“Ik verlang zo erg naar jou!”

Lieve jongen, zegt ze teder
Ik heb maandenlang gespaard
‘t Was me om jou te kunnen spreken
M’n allerlaatste gulden waard
En ontroerd zegt hij dan:
“Moeder Nog vier jaar, dan is het om
Oudjelief, wat zal ‘k je pakken
Als ik weer in Holland kom!”

refrain

“Jongenlief”, vraagt ze, “hoe gaat het Met je kleine bruine vrouw?”
“Best hoor”, zegt hij, “en we spreken
Elke dag hier over jou
En m’n kleuters zeggen ’s avonds
Voor het slapen gaan een gebed
Voor hun onbekende opoe
Met een kus op jouw portret”

refrain

“Wacht eens, moeder”, zegt hij lachend “
‘k Bracht mijn jongste zoontje mee”
Even later hoort ze duidelijk
“Opoe lief, tabeh, tabeh!”
Maar dan wordt het haar te machtig
Zachtjes fluistert ze:
“O Heer Dank dat ‘k dat heb mogen horen…”
En dan valt ze wenend neer

“Hallo! Bandoeng!”
“Ja moeder hier ben ik!”
Ze antwoordt niet.
Hij hoort alleen ‘n snik
“Hallo! Hallo!…” klinkt over verre zee
Zij is niet meer en het kindje roept: “Tabeh”

ps. Mal, kalau butuh di translate ngomong ya.. sebenernya tinggal anda copy paste ke babelfish sih, tapi yah..kadang ngaco.. hahaha..

8 Responses to “Hallo Bandoeng van Wieteke van Dort”

  1. mysterio Says:

    wohoho.. oldies
    eh numpang nyampah yak,
    salam kenal bro

  2. kemalsupelli Says:

    oldies dong.. memang lagu yang pas – perpaduan negara belanda dan tanah air indonesia..

    silakan menyampah sesuka hati – salam kenal juga

    -K-

  3. Ais Says:

    Ini lagu liriknya sedih banget.
    Tentang seorang Nenek belanda yang tiap bulan nabung uang supaya dia bisa nelepon SLJJ anaknya di Bandung. Tapi setelah uangnya cukup buat nelefon, anaknya gak mau pulang soalnya dia udah kawin sama cewek pribumi disana. Tapi akhirnya dia rela saat denger suara cucunya, terus dia langsung meninggal.

  4. frah Says:

    Izin Sadur lirikna….
    Aku dapet mp3 nya dari temen, dan pas iseng cari liriknya, dapet alamat ini.
    Trims…..

  5. Wishnu Says:

    Minta terjemahannya dunk!

  6. Wishnu Says:

    Bisa liat dimana terjemahan liriknya?


  7. hmm, dulu sih ada kalau di google, coba aja.. good luck yap!

  8. Kilat Says:

    Saya akan berusaha terjemahannya ..
    Maaf, saya belum berbahasa Indonesia dengan baik.

    Halo Bandung

    Ibu tua bergetar sambil duduk
    Di kantor telepon
    Pegawai ramah berbicara
    “Nona, nanti Bandung menjawab”
    Bergetar dengan kaki kaku
    Dia mengambil mikrofon
    Maka dia mendengar, oh ajaib
    alunan suara putranya

    Refrain:
    “Halo Bandung!”
    “Iya bunda, saya di sini!”
    “Salam putra yang paling manis, katanya dengan sedu”
    “Halo! Halo!”
    “Apa kabar ibu tua?”
    Maka dia hanya berkata:
    “Saya sangat kangen kamu!”

    “Cowok yang manis” katanya dengan mesra
    “Saya menabung selama bulanan”
    “Untuk bisa berbicara sama kamu”
    “Saya bersedia untuk memberi gulden (mata uang) saya yang terakhir”
    Dengan iba hati dia berkata:
    “Bunda empat tahun lagi, akan selesai”
    “Bunda tua yang manis, saya akan menggendong ibu”
    “Kalau saya sampai di Belanda lagi!”

    Refrain

    “Cowok yang manis, apa kabar istri kecil anda yang coklat?”
    “Baik-baik saja”, dia berkata, “dan kami berbicara”
    “Setiap hari tentang bunda”
    “Dan kanak2 saya berkata pada malam hari”
    “Sebelum tidur .. sebuah doa
    “Buat nenek yang mereka belum kenal”
    “Dengan cium di potret bunda”

    Refrain

    “Tunggu, bunda”, katanya sambil tertawa
    “Saya membawa anak bungsu saya”
    Sebentar dia jelas mendengar
    “Nenek yang manis, tabeh, tabeh!”
    Tapi maka dia tidah bisa tahan lagi
    Dengan alunan suara dia berbisik
    “Oh Tuhan .. terima kasih saya boleh mendengar itu”
    Lalu dia jatuh sambil nangis2

    “Halo! Bandung!”
    “Iya bunda, saya di sini!”
    Dia tidak menjawab
    Dia hanya mendengar sedu
    “Halo! Halo!” .. bisa didengar dari laut jauh
    Dia tidak ada lagi dan kanak itu memanggil: “Tabeh”.


Leave a Reply