Ukuran Kebahagiaan
Mei 4, 2008
Orang bilang sulit untuk mengukur kebahagiaan dengan pasti. Memang benar, karena setiap orang memiliki standard kebahagiannya masing-masing. Masalah perspektif, atau sudut pandang.
Tadi pagi saya dibangunkan oleh sebuah sms dari seorang teman baik. Detail pesannya saya cantumkan dibawah ini.
Kemal.. Saya lagi di saung, dengerin Abah Iwan [Abdulrahman] sambil ngeliatin sawah.. Anda harusnya ada disini..
From: Meity Fitriani
Sent: 04-May-08, 13:56
Received: 04-May-08, 09:04
Memang kebahagiaan tidak bisa diukur, tapi saya bisa merasakan kebahagiaan Meity. Mungkin suatu saat nanti, kejadian serupa bisa terulang – tentunya ditambah dengan keberadaan saya. Kebahagiaannya pun bisa dirasakan bersama. Karena betapapun kebahagiaan tidak bisa diukur, membaginya dengan seorang teman baik tentunya akan menjadi pengalaman yang menyenangkan.
-K-

Mei 5, 2008 at 12:45 am
terima kasih mal, atas reply-nyah. hehe. btw mal, saya masih gugup..hahahaha. naon sih.
tapi saya senang sekali, anda akhirnya nulis lagi. 2 minggu lagi loh kita berjumpa..hoho
Juni 19, 2008 at 4:45 am
Somehow i missed the point. Probably lost in translation
Anyway … nice blog to visit.
cheers, Airing.