quote: Sahabat
Mei 2, 2008
dan Anna Garlin Spencer pun berkata,
“The friendship between a man and a woman which does not lead to marriage or desire for marriage may be a life long experience of the greatest value to themselves and to all their circle of acquaintance and of activity; but for this type of friendship both a rare man and a rare woman are needed. Perhaps it should be added that either the man or the woman thus deeply bound in lifelong friendship who seeks marriage must find a still rarer man or woman to wed, to make such a three cornered comradeship a permanent success.”
quote: Man
April 4, 2008
“Man is a credulous animal, and must believe something; in the absence of good grounds for belief, he will be satisfied with bad ones.” – Bertrand Russel.
Aksi – Reaksi
April 2, 2008
Lagi-lagi saya tergugah untuk menulis satu hal yang biasanya saya hindari, untuk saya hal-hal seperti ini sebenarnya lebih kepada prinsip dan kesadaran masing-masing saja.
Setelah ribut dengan aksi salah satu tokoh politik Belanda yang beberapa hari lalu meluncurkan satu buah slide show (Oh, maksud saya film..) dengan judul ‘Fitna’ kali ini rakyat Indonesia kembali sibuk dengan baru diluncurkannya Undang-Undang anti-pornografi.
Dua kejadian yang menimbulkan banyak tanggapan dari berbagai pihak, dari blogger sampai para pejabat. Bisa dibilang kedua hal yang saya sebutkan (peluncuran ‘Fitna’ dan di-sah-kannya UU anti pornografi) adalah aksi. Yang menurut hukum alam, jelas akan menimbulkan reaksi. Betul bung Kemal? dan kalau diijinkan, saya ingin memberikan opini saya atas reaksi yang timbul atas kejadian-kejadian tersebut.
Betul Mey.. Memang setiap aksi pasti ada reaksi. Ini sudah hukum alam. Dijelaskan konkrit oleh Sir Isaac Newton pada tahun 1687. Lebih tepatnya dikenal dengan Hukum Newton I – atau kerennya Law of Inertia. Katanya, benda yang dikenakan suatu gaya akan melawan gaya itu dengan besar yang persis sama. Dengan kata lain, seperti yang Anda tadi sebutkan, setiap ada aksi pasti ada reaksi. Tapi Bang Newton juga bilang, besarnya reaksi sangat tergantung dengan besarnya aksi. Katanya, besarnya reaksi selalu sama dengan besarnya aksi. Itu sebabnya mengapa untuk menahan benda sebesar 10 Newton, Anda harus memiliki kekuatan juga sebesar 10 Newton. Karena begitulah, alam ‘memaksa’ seluruh benda senantiasa berada dalam kesetimbangan.
Nah, reaksi yang diberikan oleh masyarakat terkait sebenarnya cukup mengecewakan. Hal yang menurut saya kurang diperhatikan oleh para pemberi reaksi adalah kesadaran diri masing-masing dan rasa tanggung jawab.
Film fitna, hasil karya oom Geert itu, menuding Islam sebagai agama yang tidak memiliki pri-kemanusiaan (tidak mengindahkan hak azasi manusia) dan dibandingkan dengan Meinkampf-nya kakek Hitler. Begitu banyak potret-potret yang memang kalau diteliti lagi kurang manusiawi dan tidak masuk akal, beberapa dialog yang ditampilkan pun hanyalah dialog yang berisikan imam-imam menyerukan umatnya untuk membunuh siapa saja yang bukan islam.
Bagaimanakah umat islam bereaksi?
Mayoritas umat islam menanggapinya dengan penuh emosi, kepala panas, dan pastinya dongkol sedemikian rupa – menjadikan kepala dan hati mereka masing-masing dipenuhi dendam (yang mana tentu saja pernah diserukan oleh Allah SWT bahwa dendam adalah salah satu perbuatan yang terkutuk). Siapa sih yang enggak marah kalau agama atau apapun itu yang ia percaya sebagai sesuatu yang baik, dituding sebagai sesuatu yang buruk? Saya pun sebagai seorang penganut agama islam merasa tersinggung, atas segala tudingan yang diberikan – dan sedikit kecewa, prihatin, sedih begitu menyadari apa yang ditudingkan oleh mereka mungkin saja benar. Kenapa saya bilang begitu?
Karena apa sebenarnya yang kalian ingin sampaikan kepada pemerintahan belanda dengan melempar telur ke Kedutaan Belanda? apa yang ingin disampaikan pada Geert Wilders dengan membawa satu karton besar bertuliskan “KILL WILDERS”? apa yang ingin disampaikan pada sebuah dialog terbuka, dimana kalian menjawab penuh emosi atas semua tudingan – berteriak lantang, mengacungkan tangan, apakah itu yang kalian namakan pembantahan atas ‘Islam adalah agama dengan penuh kekerasan dan tidak ada sama sekali kedamaian di dalamnya?’ ????
WAKE UP EVERYBODY.. that would not be the smart thing to do in order to beat this guy if you want to prove that he’s wrong!!
Iyya Mey, masalahnya ternyata Hukum Newton tidak bisa diterapkan begitu saja kepada manusia. Seperti yang Anda sudah bilang tadi – terbukti, reaksi tidak selalu sebesar aksi. Justru terkadang terlampau besar – atau malah dibesar-besarkan. Persis seperti kasus Oom Geert yang sudah Anda paparkan. Seharusnya aksi seperti ini dihadapi dengan kepala dingin, tidak usah dengan teriak-teriak. Apalagi dengan telur busuk.
Ya Mal..sebenernya pembahasan kita jadi kurang fokus sekarang, saya pada awalnya hanya ingin mengatakan bahwa sebenarnya reaksi yang diberikan oleh umat Islam yang merasa tersinggung terlalu berlebihan dan menggunakan pendekatan yang salah. (jangan salah sangka, saya pun memiliki reaksi tersendiri atas ditudingnya Islam sebagai agama yang kejam dan mengabaikan nilai-nilai hak azasi manusia). Menurut saya, dalam penerapan hukum aksi dan reaksi ini perlu ditambahkan satu langkah, yaitu evaluasi diri. Umat Islam yang tersebar di dunia ini seharusnya lebih melihat ke dalam diri masing-masing, mengevaluasi apakah yang dikatakan oleh Wilder itu benar? Kalau salah, coba dicari alasannya… kenapa si Oom Geert itu bisa berkata seperti itu? Setelah ketemu alasannya barulah dipikirkan bagaimana caranya untuk membuktikan si Oom Geert salah (yang jelas tindakan anarki tidak termasuk ke dalam salah satu solusi, walaupun seperti telah saya bahas beberapa hari yang lalu di sini, banyak orang percaya Oom Geert akan menjadi korban assasination berikutnya setelah van Gogh).
Untuk kasus si “Fitna” ini, saya rasa reaksi yang sejauh ini masuk akal hanyalah dialog terbuka yang dilakukan tadi siang oleh si Geert dan orang yang menentangnya. Dan alangkah jauh lebih baiknya jika kita membuktikan dengan perilaku (yang didasari kesadaran diri masing-masing) di dunia nyata. Tidak usah kita berdebat, berapa banyak muslim yang dianiaya oleh “penganut agama lain”, itu hanya akan memperburuk keadaan, tidak perlu juga kita berteriak-teriak dengan penuh kemarahan. You guys have to realize that it ain’t make anything goes any better than it is now. Ketika amarah kita terpancing, maka Oom Geert menang. And I don’t want to be in a position who admit that he won this war. If you want to win this war, be smart (which i don’t really exactly know how to do that).
Tidak mudah memang untuk tidak terpancing emosi. Tapi ikutilah hukum alam. Ikuti hukum aksi-reaksi. Balas aksi dengan reaksi yang wajar. Tidak berlebihan. Tidak berat sebelah. Prinsipnya tetap sama, aksi = reaksi. Hanya dengan begitu, kesetimbangan akan tercapai. Bukan sekedar aksi balas membalas yang tidak ada hentinya. Toh?
Betul Mal.. jadi sambil membuktikan si Oom Geert itu salah kita stay cool, calm and confidence aja nih?
Tepat!
Iyya..menurut saya juga begitu. Tidak perlu lah konfrontasi secara anarkis terhadap pihak yang tidak bersalah (Geert Wilders memang orang Belanda dan berada di parlemen, tapi film “Fitna” ini tidak berhubungan dengan kerajaan Belanda – dan hanya merupakan act from the Freedom of Speech ; juga perlu diingat mayoritas WN Belanda tidak sependapat dengan si Oom Geert). Untuk bisa mengubah keadaan, harus dimulai dari diri sendiri.
“Do you want to know how to change the world? One act of random kindness at a time” (quote taken from: Evan Almighty)
Bagi umat Islam yang ada dan sedang dilanda dengan cobaan berupa fitnah ini, sudah saatnya kita menunjukkan kebaikan yang ada dalam agama Islam. Salah satu dari sekian banyak contoh yang bisa saya berikan, mungkin ayat Al-Qur’an di bawah ini bisa mewakilinya.
Sudah saatnya kita membuktikan bahwa Islam bukanlah agama penuh kebodohan, dan satu-satunya cara untuk membuktikan hal tersebut adalah dengan menjadi (berpikir – bertingkah laku) SMART. pintar.
karena itulah reaksi yang akan membuat keadaan menjadi seimbang, (kalau boleh pinjam istilahnya si Kemal sih..) memenuhi law of inertia.
Well, sekian dulu dari kami.. berhubung bung Kemal sudah jatuh tertidur di Amsterdam sana.. pembahasan mengenai pemberlakuan UU anti pornografi akan kita bahas di postingan berikutnya
groetjes,
meity & kemal
Ashleigh Brilliant quote
Maret 26, 2008
“I try to take one day at a time, but sometimes several days attack me at once.”
–Ashleigh Brilliant
quote “Franz Schubert”
Maret 14, 2008
“When I wished to sing of love it turned to sorrow. And when I wished to sing of sorrow it was transformed for me into love.”
– Franz Schubert
quote “John Lennon”
Maret 14, 2008
“For a long time I wasn’t listening to music, to the rock and roll stuff on the radio, because it would cause me to get sweaty–it would bring back memories I didn’t want to know about, or I would get that feeling that I’m not alive ’cause I’m not making it. And if it was good, I hated it ’cause I wasn’t doing it. And if it was bad, I was furious ’cause I could’ve done it better…”
– John Lennon
finding love
Maret 14, 2008
“If you like someone, tell him, because you might found out that they like you too.”
–
Pernah denger quote di atas?
hmm..kasih tau apa enggak ya? ah, biarin aja semua terjadi seperti seharusnya.
–
“If it is meant to be, our hearts will find each other when we meet. And if our hearts melt together so will our bodies and souls. Then every word and every touch will fuel our passion flame. I will be yours, you will be mine, and we will be one.”
amien.

