Kharisma Abdillah Putra

Maret 16, 2009

Since last month, I’ve been living in Amsterdam, well – not in Amsterdam actually but Diemen. Sounds familiar? Yes, Diemen is where Chakee and Kemal live. Weird though, even now we’re closer than ever – we rarely see each other again. Chakee is working (for internship) at Leo Burnett and Kemal is still hanging at Corus.

I spend my day mostly in the living room. The couch is my bed. I have everything I need on the table, my laptop, my mobile, a glass of tea, marlboro menthol, you name it. Usually I am alone until 6 or 7 in the evening, Reza will come from work and asked if I cook something for dinner (he’s my fans in this house). After Reza came home, we’re going to have a talk about this and that until 3 in the morning.

Sometimes, we have another friend who lingers here in the living room. A couple days ago, he stayed and spent some nights because the electricity in the house went off. He is sometimes just sit there (on the other couch) and watch TV to give me a company. His name is Kharis. He has this unique daily life, not too different from me (who sometimes sleep once in two days) – in the day he will be sleeping if he’s not at school, and in the night he is awake. See? He has a girlfriend in Indonesia (which I expected as the reason of that daily schedule). He’s funny – nice – and ask lot of questions.. and this is him (enjoying dinner)..



Recipes: Ayam Goreng Mentega

Februari 15, 2009

Baiklah teman-teman semuanya.. mari kita mulai masak memasak lagi..

a simple recipe for a quick meal ( i guess )


Bahan-bahan yang diperlukan adalah sebagai berikut:

6 potong Ayam yang sudah digoreng – sisihkan

Bawang putih halus, kalau ga ada pake bawang putih biasa yang diiris

Bawang daun

Rawit atau cabe atau sambel – sesuai selera

3 sdm Kecap manis

3 sdm Kecap asin

3 sdm worchistire sauce

Garam dan merica

Margarine kurang lebih 4 sdm


Salad segar dan paprika (kalau suka)



Cara memasak:

1. Inget, ayam harus udah digoreng – lalu sisihkan sementara

2. Tumis bawang putih menggunakan margarine sampai harum

3. Masukkan Kecap asin, kecap manis dan worchistire sauce – tunggu sampai agak mengental lalu masukkan rawit atau sambal

4. Ketika sauce sudah kental, masukkan ayam lalu tinggalkan kurang lebih 3 menit dengan api kecil

5. Angkat, masukkan dalam pinggan yang sudah dialasi oleh salad dan paprika segar lalu taburi daun bawang

6. Kalau suka, bisa dikasih lime drops biar agak asin

7. Siap makan!!


Happy cooking πŸ™‚

Dear oh dear readers…

It’s been a while since our last update, i guess..

It’s not because we don’t have any stupid stories in between, nor because there’s nothing interesting. It’s simply because we are just too lazy to write. Opening this window where you have a blank white and grey screen is just not that fun. So, I kinda think…maybe it’s nice to write about our private update..

Me, now back in the Netherlands and temporarily live with Kemal and Chakee in Diemen, Noord-Holland. I am finishing up my last report (from the last internship in Unilever) and planning to transfer my study to Sweden next semester. I went through a long-thinking period before I finally came up with that decission, the reason is personal. My social life been fun, other than normal-daily-basis conversation with the housemate (Chakee, Kemal, Farrah, Akbar and Bacum – oh and Kelzo the cat) I live in a virtual life where I interact with people through websites and online messenger. Sounds pretty pathetic but it is not that bad, especially when I realized that I only have few realiable friends here in this city. Sometimes I went out to the centre by myself and walking around the city, as I always do. It’s still fun and enjoyable. Hopefully I am going to start a new music experience starting this weekend. My music still about jazz and still stick playing with Aras. Since I have no place to live and no place to work, I registered to one website where you can find a family who needs an au pair. For some of you who doesn’t know what it is, au pair is basically a nanny – a mother help. I will have to help a family taking care of their children and doing a light house work. I will have to work 25-30 hours per week and have an accomodation provided by the family. They also give a pocket money usually. Some of you might wonder why do I take this job. Well, first of all I baby-sat once a while back then, and it was not that bad. Second of all, it just a great way to find a new experience since I have this long break from school.Β  This far, I have four potential families -and in a process to sort them into one. Two of them are in U.K. (London and Leicester), one in Denmark and one in the Netherlands. I think that was it.

Oh no, I forgot to mention.. in between those activities.. I found myself a boyfriend. We’re kinda still in a process to make this long distance relationship work out.. may be after that I could write something about him. πŸ˜‰

Now..move on to Kemal.. Where is he?

Good news for all of you, Kemal is still here alive and breathing. He is still the same wonderful person to talk to, same person who’s great in thinking and everything. He’s still the same old Kemal you guys know..only better.

He’s now working for Corus as an Internee and planning to graduate in March ’09. You guys remember corus right? (read: Kita Berteman Aja Deh Ya..) I forgot when and how, we’ll ask him that next time. He’s now a 8-5 employee (with an addition of 1,45 hours of travelling) from Monday to Friday. Other than that, I think he is living a life as a great boyfriend (of Chakee) and great friend. Sometimes he’ll take us around and take pictures and the rest of the time you can find him fooling around with Kelzo the cat. I know Kemal has this big plan inside his head but I don’t think you guys should know about it, just yet. Let’s just hope he’d get his writing-mood back soon (for us).

I think that was it..

oh ya, I’m thinking to get another tattoo on my upper back this month. I was thinking to have my initials, and a traditional symbol from West Java or Middle Java, so if there’s anyone has any idea or pic..please inform me πŸ™‚ I would be glad to have any kind of suggestion (except the suggestion of not to have one because now you are all too late)



music vs you

Agustus 27, 2008


boy: hey..where are you?
girl: at the jazz club
boy: what are you doing?
girl: like everybody else, I’m enjoying the music
boy: don’t you feel bored? you went there also yesterday
girl: it’s not a big problem, i love the music
boy: i think it’s dull
girl: i did not ask your opinion, no?
boy: how much do you like it ?
girl: well…more than i ever like you. and now, i like you even less.
boy: …
girl: (listening to the music)

*mind your own business please, i really meant what i wrote*

malu oh malu..

Juli 20, 2008

Inget gak beberapa waktu yang lalu saya pernah menulis sebuah postingan di blog ini mengenai kecantikan?

Beauty (really) is a pain in the as*!

Nah, tadi malam, saya lagi ngecheck account-account friendster dan facebook seperti biasa, lalu ada sebuah comment yang lumayan bikin saya panik dan bermuka merah..

Posted 07/20/2008 11:56 am
mgkn ini udh basi..
tp bodo amat..
gw baru baca blog lo..
gw ga sengaja gt,,
pas gw lg iseng nulis nama gw dgoogle,,
eh ada link ke blog lo..
oh trnyata seperti itu yah??
gw lg kringetan ni skrg….

saya percaya, fadith mengomentari tulisan saya sebagai berikut:

“Sinopsis: Meity dan Harir adalah teman yang telah lama tidak berjumpa, setelah Harir menjemput Meity ke rumahnya, berangkatlah mereka ke PvJ dan nongkrong di Sushi groove (lalu bertemu teman-teman harir yang lain). Lalu pada satu titik, muncullah sang kecengan jaman sma yang bernama Fadith (Dith, kalau lu baca blog ini, please jangan ketawa ya nyet..biasa aja yee..maklum waktu lu maen basket di sma dulu kalau lagi keringetan suka seksi abis.. cowok keringetan itu irresistible untuk saya, hehehe)”

mampus..malu lah saya..

argh, tidaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaak!!

ps. saya benar-benar tidak tau kalau nama seseorang bisa muncul di google padahal cuma ditulis beberapa kali saja dan tidak masuk ke dalam tag postingan tersebut. T_T

Kaki saya terasa pegal, jari-jari kaki sebelah kanan hampir pula terserang kram karena terlalu banyak digerakkan setelah beberapa hari bed rest lalu langsung dihajar jalan kaki mengelilingi plaza senayan dan senayan city. Tangan kanan menyandang tas mango berwarna hitam yang dulu saya beli di Hamburg, tangan kiri menyandang 2 buah tas plastik dari dua toko yang berbeda. Menyenangkan sekali rasanya, hanya dengan dua cocktail dress yang simple saya mengalami orgasme dalam berbelanja.

Sepulangnya dari Senayan City, saya yang tadinya hanya ditemani Jerry dari pagi hari, kini ditemani pula oleh Tommy yang baru saja selesai brief meeting dengan partner usaha-nya. Honda city milik Jerry (dengan NoPol dirahasiakan) meluncur di sekitaran Senayan – memberikan saya sebuah pemandangan yang (kini saya sadari) membuat saya jatuh hati pada kota Jakarta yang keras ini. Lampu-lampu dari gedung-gedung kiri dan kanan, angin yang dengan jailnya memainkan rambut saya melalui jendela mobil yang terbuka.

Saya tidak pernah menyukai kota Jakarta.

Hebat, ternyata hanya membutuhkan lampu-lampu jalanan yang menghiasi kawasan Senayan dan Kuningan malam ini untuk membuat saya sedikit tersohok. Terkaget-kaget sendiri, sedikit melakukan penolakan dalam hati dengan segala tetek bengek alasannya, tapi ternyata tidak dapat dipungkiri saya sedikit jatuh cinta.

Tidak pada anda. Tidak pada siapa. Hanya pada Jakarta di waktu malam.

Saya mulai menikmati keras dan angkuhnya kota Jakarta, walaupun masih sedikit meronta kesepian dan merengek atas ketidakramahan ibukota – saya mulai jatuh cinta.

Perjalanan menuju Rumah kos saya di kawasan Setiabudi, mengalun bagaikan sebuah irama jazz yang saya rindukan. Angan saya berlarian begitu saja, membentuk melodi yang sangat saya sayangkan tidak akan pernah bisa saya terjemahkan ke dunia saya. Tubuh ini bergerak mengikuti alunan lagu yang hanya terbayang dalam angan – saya merasa sedang bernyanyi bersama alam. Alam yang di Jakarta diterjemahkan sebagai bangunan-bangunan tinggi dan pohon artificial, deru mobil menggantikan suara angin, debu jalanan yang hampa dan kehilangan aroma tanah. Gemercik air sungai yang tenggelam di selokan-selokan kotor berbau, danau-danau yang berubah menjadi pembuangan sampah massal.

Sesungguhnya saya mengakui, saya sedang jatuh cinta.

Dan saya membencinya. Saya membenci kota ini dan perasaan yang ia berikan, saya membenci kota ini atas semua perlakuan kejam-nya. Saya membenci kota ini dengan keangkuhannya yang berlebih. Saya membenci perasaan tenang yang melimpahi hati. Tenang yang muncul hanya karena terangnya lampu-lampu itu, tenang yang muncul ketika angin memainkan rambut saya. Saya membenci perasaan ini sekaligus mensyukuri dan menikmatinya.

Ah, Jakarta. Andai saja kamu tau, betapa sesungguhnya saya menantikan saat-saat kita kan berpisah. Akankah ada rindu atas kehadiranmu? Akankah ada resah dan bimbang ketika waktu itu tiba? Akankah saya memiliki keinginan untuk kembali mengadu nasib saya di sini seperti orang-orang lain? Mengisi angan dengan harapan yang naΓ―f – harapan untuk bertahan hidup dan menjadi bahagia, di Jakarta. Mari biarkan waktu saja yang menjawab..

(Jakarta, July 1st 2008 )

(di-post dari sebuah draft dalam flashdisk mungil saya, setelah berminggu-minggu tersimpan di sana. Postingan ini juga ada di dalam Multiply saya)

Belanda menangis..

Juni 22, 2008

Suara saya sampai serak.

Sedikit enggak rela mengakui kalau guus hiddink memang sudah berhasil menjadi pelatih yang harus diperhitungkan.. Setelah Australia, Korea Selatan (Juga PSV dan timnas Belanda) – kali ini Hiddink berhasil membuat team asuhannya mengalahkan negara-nya sendiri. Sebuah pengkhianatan yang sangat manis, ditambah mulut yang berkomat-kamit ketika lagu kebangsaan Russia dikumandangkan.


Dari awal permainan, Belanda memang sudah terlihat tidak fokus, entah menggampangkan atau entah apa yang terjadi – tapi yang pasti kemenangan rusia ini benar-benar menggoncang jiwa raga para Nederlanders. Para pendukung team Belanda di sebuah kafe kawasan PVJ Bandung, berteriak sekuat tenaga ketika Russia berhasil lolos ke semifinal nanti. Padahal saya menantikan permainan yang apik, atau setidaknya seperti pertandingan terakhir Belanda minggu lalu, ketika berhasil mengalahkan Prancis dengan skor 4-1.

Ah..kalau gini sih, tinggal German atau Spanyol yang saya jagokan.. saya penasaran, bagaimana keadaan Belanda hari ini.. tampaknya semua orang bermuram durja dan moody abis. hehehehe.

Sayang ya, padahal kalau final nanti diisi oleh german dan belanda, ahahahaha – i just can’t wait until that’s happen. ;P

saya penasaran pendapat kemal tentang pertandingan tadi.. πŸ˜€ (ayo maaal!! ceritakan apa yang terjadi di belanda sana!!)

Oh, what a life!

Juni 17, 2008

dan begitu saja, saya kini terdampar di salah satu hotel di DI Jogjakarta.

Entah apa yang saya pikirkan setahun yang lalu, mana saya tau kalau saya akhirnya akan menghabiskan setengah tahun dari study saya di negara tercinta ini. Mana saya tau kalau akhirnya saya menyerah juga pada keadaan tapi lalu bergelut kembali hanya untuk bertahan. Iya, hanya untuk bertahan. Bernapas. Hidup.

Bukan hanya saya, saya yakin rekan saya yang mulai melupakan kegiatan blogging-nya (dibaca: KEMAL SUPELLI) pun begitu. Mana ia pernah bayangkan kalau akhirnya, walaupun study Master-nya sebenarnya berlokasi di Hamburg sana tapi ia tetap menghabiskan hampir separuh waktunya di Amsterdam. hahaha.

Atau mungkin abang Willy, apakah dia pernah membayangkan keadaan sekarang ini akan terjadi padanya? Mengajukan pemberhentian dari pekerjaannya di Jakarta, pindah ke Bandung, menjadi wiraswasta dan kembali bersama teman-teman. Belum ditambah keadaan asmara-nya yang masih bergejolak gonjang ganjing kanan kiri. hahaha.

Hidup kadang memang mempermainkan kita sebegitu rupa, keterlaluan memang tapi toch kita tidak bisa protes.. kalaupun iya kita mau protes, lalu protes sama siapa?

Sekarang saya bekerja sebagai seorang internee di sebuah perusahaan multinasional yang berakar di Belanda sana. Lagi-lagi, sudah jauh saya berusaha menuntaskan study saya di negeri kincir itu – malah pulang ke tanah air, sudah pulang ke tanah air.. malah kerja di perusahaan milik belanda. HAH. hidup masih saja mempermainkan saya. Membuang saya kesana kemari, memindahkan saya sesuka hati.

Tapi satu hal yang paling saya suka adalah ketika saya dipertemukan dengan orang-orang baru, lingkungan yang baru, bisa dikatakan… kehidupan yang baru.

Walaupun kadang saya merasa diri saya kuat (atau mungkin sok kuat) tidak jarang saya berharap saya diberikan sebuah hidup yang sama sekali baru dan fresh. Tidak berkaitan dengan masa lalu, tidak berkaitan dengan siapapun dari masa lalu. Tapi ternyata susah, kenyataannya… salah satu rekan kerja saya ternyata berasal dari Amsterdam (yang mana adalah teman dari pacarnya bung Kemal) AH.. dunia sempit!

Kata abang Willy, kita hanya memerlukan 2 orang saja untuk dapat mengenal hampir semua orang yang ada di muka bumi ini (yang udah di dalam perut bumi ga usah diitung ya, repot). Itu sama dengan prinsip yang digunakan di social bookmarking seperti Friendster, Facebook, dll. Kalau kita kenal si A dan si B, konon kita akan mengenal si C dan si D yang menghubungkan kita kepada si E dan si F. Dan begitu pun selanjutnya..

Masih di kamar 239, sendirian di atas kasur berselimut cokelat, memanfaatkan fasilitas internet gratis dari hotel (yang juga adalah fasilitas dari kantor) saya termenung. Hidup memang penuh kejutan, siapa tau.. entah itu esok ataupun lusa, saya sudah kembali ke negara kincir dan melakukan rutinitas saya kembali. Kembali menjadi biasa. Kembali menjadi membosankan. Kembali kosong akan kejutan.

Hidup memang tak pasti, its a wheel within a wheel. Perputaran yang tidak bisa dihitung hanya oleh logika. Lagi-lagi, siapa sangka saya akan kembali ke kota gudeg ini, atas perintah atasan di kantor, lalu saya duduk di kamar dan malah menulis blog ini. Menumpahkan begitu banyak semangat atas semua draft yang telah lama dibiarkan, ah biarlah draft-draft itu tetap disana, sampai mungkin nanti perputaran nasib membuat mereka berada di tempat layak. Entah itu masuk front page, entah itu justru masuk tempat sampah. Ide yang tersia-siakan, curahan hati yang belum tersampaikan..

Maka itu, begitu memasuki kamar sepulang dari Lucifer (celebrating Raymond’s graduation) saya hanya bisa menggelengkan kepala sambil berbisik pada hati kecil saya..

“Oh..What a life..”

Ukuran Kebahagiaan

Mei 4, 2008

Orang bilang sulit untuk mengukur kebahagiaan dengan pasti. Memang benar, karena setiap orang memiliki standard kebahagiannya masing-masing. Masalah perspektif, atau sudut pandang.

Tadi pagi saya dibangunkan oleh sebuah sms dari seorang teman baik. Detail pesannya saya cantumkan dibawah ini.

Kemal.. Saya lagi di saung, dengerin Abah Iwan [Abdulrahman] sambil ngeliatin sawah.. Anda harusnya ada disini..

From: Meity Fitriani
Sent: 04-May-08, 13:56
Received: 04-May-08, 09:04

Memang kebahagiaan tidak bisa diukur, tapi saya bisa merasakan kebahagiaan Meity. Mungkin suatu saat nanti, kejadian serupa bisa terulang – tentunya ditambah dengan keberadaan saya. Kebahagiaannya pun bisa dirasakan bersama. Karena betapapun kebahagiaan tidak bisa diukur, membaginya dengan seorang teman baik tentunya akan menjadi pengalaman yang menyenangkan.


jam 12 malam

Mei 2, 2008

orang lalu lalang

saya diam kesepian

orang hirup pikuk

saya bernyanyi atas nama kesunyian

teriak teriak teriak

saya ingin lepas energi ini

tak tersalurkan dan tersumbat mati

saya ingin keluar!

quote: Sahabat

Mei 2, 2008


dan Anna Garlin Spencer pun berkata,

“The friendship between a man and a woman which does not lead to marriage or desire for marriage may be a life long experience of the greatest value to themselves and to all their circle of acquaintance and of activity; but for this type of friendship both a rare man and a rare woman are needed. Perhaps it should be added that either the man or the woman thus deeply bound in lifelong friendship who seeks marriage must find a still rarer man or woman to wed, to make such a three cornered comradeship a permanent success.”

gila. saya bisa gila.

kenapa? coba kita lihat..

(1)hari pertama kedatangan saya di Jakarta, saya berniat untuk bertemu dengan seorang teman baik di daerah Patiunus. Setelah perjuangan muterin bunderan HI 3 kali (plus ngeliat kebakaran dan teriak-teriak tanpa alasan waktu ngeliat Bertrand Antolin nongolin kepala di atap mobilnya), saya akhirnya bisa berkangen-kangen ria sama si abang Dillan. Setelah ngobrol ngaler ngidul sambil makan ayam bakar plus sambel yang ekstra hot di pinggiran patiunus, saya akhirnya nyeletuk..

meity: “Bang, cariin pacar dong.. atau at least cariin calon pacar deh..”

abang dillan: “Ah gila aja lu neng, liat dulu tuh badan..”

meity: (merasa dihina) “Anjrit..gue ga gendut-gendut banget juga kali ah..”

abang dillan: “Iye, kalau kata bule lu tuh biasa aja emang, tapi ini Indonesia.. apalagi lu orang Bandung. Coba lu liat dulu deh itu cewek-cewek di Bandung bentuknya kayak apaan.. bisa kelenger lu liatnya..”

meity: “Segitunya?!”

abang dillan: “Jah, Nih neng dengerin gue kurusin badan dulu deh.. muka lu juga ga jelek-jelek amat, kadang keliatan lucu.. tapi kurusin dulu badan!”

meity: (melengos)

abang dillan: “Euh ga percaya.. buat ukuran badan lu sekarang ini, ga ada pasar buat lu!! no chance.. liat aja ntar!”

upil: (tiba-tiba nimbrung) “Wah, padahal biasanya dia di Bandung banyak yang mau loh bang, gue jg ga ngerti tapi banyak yang ngejar-ngejar,”

meity: “Sialan,”

abang dillan: “Itu sih dia aja lagi untung..hahahahahahaha,”

(2) Lokasi: Paris van Java, Bandung

Tanggal dan Waktu kejadian: Lupa

Lakon di dalam kejadian: Meity, Harir, Fadith – dan figuran lain yg tidak perlu disebutkan

Sinopsis: Meity dan Harir adalah teman yang telah lama tidak berjumpa, setelah Harir menjemput Meity ke rumahnya, berangkatlah mereka ke PvJ dan nongkrong di Sushi groove (lalu bertemu teman-teman harir yang lain). Lalu pada satu titik, muncullah sang kecengan jaman sma yang bernama Fadith (Dith, kalau lu baca blog ini, please jangan ketawa ya nyet..biasa aja yee..maklum waktu lu maen basket di sma dulu kalau lagi keringetan suka seksi abis.. cowok keringetan itu irresistible untuk saya, hehehe)

Harir: Cheers!! (sambil ngangkat gelas bir yang udah dicampur sake dingin)

Meity: Cheers!! (ikut-ikutan ngangkat gelas isi aqua biar ga kalah gaya)


Fadith: “Eh!! Ketemu lo lagi!!” (nepuk pundak saya)

Meity: : “Eh iyyaa..hallo Dith!” (berhenti bernafas sesaat, lalu bernafas normal lagi)

Fadith: “Ih, sering banget ya kayaknya ketemu lo disini.. maen kesini mulu ya?”

Meity: “Hehehe..abisnya diajakinnya kesini mulu.. makanya ajakin maen dong!! tapi lo juga sering diem di sini ahh,” (kedip genit)

Fadith: “Lahh gue mah kan emang kerja di siniii, eh.. mau ikut nonton?”

Meity: (teriak dalam hati) “Nonton apa?”

Fadith: “Iron man, sekarang banget nih tapinya,” (ngelirik jam)

Meity: “Waduh, enggak deh,.. next time aja,” (melengos)

Fadith: “Ya udah.. eh mey.. ngomong-ngomong.. lo.. tambah gendut ya!!” (Perhatikan tanda baca, dia ngomong dengan tanda seru bukan tanda tanya yang berarti itu bukan pertanyaan melainkan pernyataan, ditambah tangan yang seakan-akan memperjelas arti dengan melambangkan sesuatu yang lebar)

Meity: “Anjrit!”

Fadith: “Hehehe..maaf maaf.. dalem ya? hehehehe..piss ah. Yukk dadaahh,”

Meity: “Daaah!” (dengan hati yang terbelah-belah menjadi entah berapa) – langsung kirim sms ke sahabat bernama nana dengan isi sebagai berikut: ‘Na..fadith bilang gue tambah gendut..besok kita langsung berangkat ke tempat pijet kurus yak!’ dan nana dengan baik hatinya kirim sms balik dengan isi sebagai berikut: ‘HAUAHAUAHUAHUAHAUHAUHAUHUA MODAAAARRRRRRR!!!!!” – sialnya saya!

(3)Lokasi: sebuah tempat massage di daerah gempol

Waktu dan Tanggal kejadian: dilupakan secara sengaja

Pemeran: Saya dan resepsionis

Meity: “Mbak, saya mau pijet dong.. eh ada lulur juga ya?” (sambil liat papan di atas meja resepsionis)

Resepsionis: “Iya..ada macem-macem mbak, kalau lulur udah sekalian pijat juga kok,”

Meity: “Oooh, ya ya ya, saya lulur deh kalau gitu, ambil yang 2 jam ya!”

Resepsionis: “Oh, boleh.. mau pake apa?” (berhenti sejenak) “Ini ada macem-macem, tapi yang lagi digemari sekarang bla bla bla -nyebutin merk dan jenis lulur- tapi yang paling laku di remaja itu yang kopi mbak, soalnya bisa ngilangin selulit!” (perhatikan lagi tanda seru)

Meity: (berasa disindir dan terasa terhina tapi dipojokkan) “Ya udah deh, saya ambil yang kopi..” (duduk pasrah nunggu giliran)

(4)Lokasi: Sebuah ruangan dengan kasur kecil

Waktu dan Tanggal: Baru saja terjadi

Pemeran: Saya dan Mbak-mbak yang kejam nan gila kebersihan kulit

Mbak X: “Jadi, saya bersihin dulu muka-nya dari komedo ya.. terus nanti alisnya dirapihin, nah kalau udah itu leher di-massage dikit. Setelah massage leher dan dada, baru jerawatnya dikasih obat biar cepet kering dan hilang secepatnya..”

Meity: (Realizing that it’s gonna give me a hell out of pain) “Oke..” -nada suara bergetar karena takut

Mbak X: “Oke..bla bla bla bla..” (ngajak saya ngobrol biar perhatian saya teralihkan)

Meity: (teriak selama 2 jam ke depan, merasa wajah telah diperkosa oleh Mbak X tanpa ampun dan belas kasihan)

– 2 jam kemudian –

Si mbak X dengan polosnya mengeluarkan semacam alat tembak-tembakan yang ujungnya berjarum (steril) untuk memasukkan obat kedalam muka.


Mbak X: “tutup mata ya..” (muka udah mirip lucifer)

Meity: “bentar bentar..” (buka sms balesan dari mama, isinya: Yah, tahan sedikit kalau sakit.. itu perjuangan demi jadi lebih cantik..) – hampir pingsan dengan pikiran ‘KEJAMNYA DUNIA KECANTIKAN

Mbak X: Zzzz ZZzz Zzzz (bukan suara tidur, tapi suara mesin..)

Meity : (Pasrah)

Coba kalian baca lagi itu kalimat yang pake “bold” style, karena itulah yang menggambarkan dunia saya saat ini. Cantik itu sakit!! Cantik itu susah!!

Bohong lah kalau kalian bilang cantik ga sebatas muka dan penampilan, karena ternyata saya hari ini jadi korban pemaksaan si mama untuk jadi korban si Mbak X. Belum lagi semua komentar tentang fisik saya yang emang kalau saya bandingin sama cewek-cewek bercelana pendek (Mal, bener kata anda, di Bandung lagi mode banget pake celana pendek!!) yang pada jalan-jalan di Paris van Java. Oh, Jangan sampe ada yang komentar tentang ukuran kaki saya yang juga gak masuk akal untuk ukuran kaki cewek, padahal menurut saya ukuran kaki saya itu sesuai sama tinggi badan dan besar badan saya, so mind your own business lah!!

Saya marah.

Saya tau kalau muka tanpa jerawat dan komedo itu lebih enak diliat, bener kok. Kan sehat juga..

Saya juga tau kalau badan itu lebih bagus kalau proporsional, karena emang sehatnya sih begitu..

Tapi kenapa harus jadi generalisasi?! Kenapa sekarang orang-orang berebut untuk jadi kurus dan berwajah mulus HANYA UNTUK DITERIMA DI PERGAULAN!?

Saya tau nih kayaknya jawabannya.. Karena tiap saat, orang yang tidak proporsional dan tidak memiliki wajah mulus sering di cela sama temen-temennya sendiri. Orang yang ngaku temen, yang harusnya nerima dan ngasih support malah ngasih celaan dan ejekan yang bikin kita enggak percaya diri. Kadang sebel juga sama orang yang bilang kalau saya enggak gendut dibandingin sama dia (tapi ukuran baju dia XS dan saya M-L) gimana saya enggak ngerasa disindir abis-abisan?!?!

Gila, ukuran celana saya aja ternyata kemaren (pas beli celana baru) cuma 29!! Tapi saya masih dibilang gendut, harus berapa ukuran celana saya coba? 26?!! GILA AJA!

Ukuran baju pun saya masih wajar, masih nemu di tempat-tempat umum, walaupun kalau enggak ukuran Medium berarti saya ambil yang Large (biasanya sih yg medium nyangkut di dada dan di pinggul), tapi ya so WHAT?!

Gila.. mau jadi cantik aja kok susah banget sih. Sampai hari ini (selain waktu saya belajar pake sepatu cewek yang berhasil bikin kulit kaki saya ngelupas-ngelupas) saya baru setuju sama pendapat orang kalau BEAUTY is PAIN. bener banget tuh.

Kadang dibilang pantat saya terlalu besar, tapi kalau saya jalan masih suka ngeliatin pantat saya dari belakang.. HUH. MAUNYA APAAN COBA ORANG-ORANG ITUUUU!!!! (emosi dan dendam membara)

-pergi ngopi dan makan jam 12 malem di punclut, gak peduli apa kata orang tentang berat badan..saat ini yang saya peduliin cuma makan pete pake nasi merah dan sambel terasi malem-malem sambil liatin bandung dihias lampu itu indah banget dan berasa di rumah.. for you guys who can not eat after 5 or 8 o’clock..POOR YOU! yang saya bisa kasih tau sama kalian cuma.. KALIAN GAK TAU NIKMATNYA HIDUP!!!-

(nimbang berat badan dulu sebelum pergi, masih parno juga soalnya) *grin

kebodohan merajalela

April 30, 2008

Lokasi: Paris van Java alias PvJ – depan toko Adidas

Pemeran: Meity dan Nana, beserta anak nongkrong PvJ

Waktu: 29 April 2008 – 18.00 wib

Saat itu, dua orang sahabat sedang sibuk mencari sebuah kado yang akan dipersembahkan kepada sang sahabat yang kebetulan pada hari itu juga sedang merayakan hari ulangtahun ke-21.. Sang sahabat yang berulang tahun, bernama Amal, sedang mengikuti cursus di Goethe institut pada hari itu, Meity dan Nana pun berkeliling kota mencari kado.

Toko pertama adalah Adidas, karena Amal sempat mengutarakan keinginan secara implisit bahwa dia menginginkan sebuah jacket berwarna merah bergaris biru dengan label si tiga garis di dada. Lalu berjalanlah Meity dan Nana menuju Adidas, di depan toko.. ada segerombolan laki-laki dan perempuan sedang duduk-duduk nongkrong. Meity merasa mengenal salah satu-nya, dengan kepala yang berputar-putar karena demam dan hidung yang tidak bekerja sama, Meity pun berusaha mengenali sang lelaki yang tatapan matanya telah terkunci dengan pandangannya.


dan Meity pun menabrak sebuah pintu kaca saat sedang berniat membalas senyuman si laki-laki tidak dikenal tapi tampak akrab itu.

*Nana langsung masuk toko, pura-pura gak kenal sama Meity*

dan Meity pun menanggung malu.


*melirik kemal yang sedang tidur*

*melirik chakee yang sedang tidur*

*melirik kelzo yang sedang tidur*

*melirik layar laptop yang barusan memberikan kejutan*

iyya, barusan aja ada kejutan datang dari Indonesia.. tampaknya dalam waktu dekat saya akan pulang, insya allah kalau memang memungkinkan.. paling cepat mungkin minggu depan saya sudah berangkat. Tapi kemungkinan terburuk ya saya enggak jadi ke Indonesia. hehehe.. tapi ini langsung mencari-cari tiket pulang yang murah, jadi kalau ada yang bisa bantu.. akan sangat dihargai usaha-usaha nya. πŸ™‚


and so it is..

life is just full of surprises..

quote: Man

April 4, 2008

“Man is a credulous animal, and must believe something; in the absence of good grounds for belief, he will be satisfied with bad ones.” – Bertrand Russel.