makanan pokok mahasiswa perantauan

Maret 12, 2008

Well, sebagai salah satu mahasiswi perantauan saya pernah merasakan saat-saat dimana saya tidak bisa beli beras dan daging atau sayuran lain. Untuk bertahan hidup, tentu saja harus pintar-pintar mengakali keadaan seperti itu. Salah satu ide dari saya adalah, ketika kita belanja rutin coba sisihkan sedikit uang yang tersedia untuk membeli makanan instant seperti: spaghetti dan bumbu instant, mie instant, makanan kaleng.

Pada saat-saat kita tidak punya uang untuk belanja, makanan tersebut akan menjadi dewi dan dewa penolong..seperti contoh nya saya hari ini. hehehehe.

Intinya..resep hari ini adalah:

Mie Goreng Super pedas ala Meity

bahan yang dibutuhkan adalah sebagai berikut;

1. mie goreng instant merk apa saja (Saya pecinta indomie) – porsi tergantung besar-nya badan anda..hehe

2. saos sambal – kalau alergi sama pedes, mendingan ga usah

3. garam, merica, sesame oil, bubuk cabe – bumbu tambahan aja, kalau gak suka ga usah pake tapi perlu dicoba dulu

Sebagai tambahan, biasanya saya sedia telor (dan hari ini kebeneran ada surimi di dalam kulkas)

Cara membuat:

1. Panaskan air secukupnya, lalu masukan garam (jangan banyak-banyak karena bisa meningkatkan resiko serangan jantung) dan teteskan sesame oil (jangan kebanyakan juga, nanti rasanya aneh)

2. Masukan mie ketika air sudah mendidih, tingkat kematangan terserah anda.

3. Sambil nunggu mie masak, goreng telor dan surimi (surimi bisa juga di rebus di saat-saat terakhir kalau enggak suka di goreng)

4. Campurkan semua bumbu di dalam mangkok

5. Angkat mie, campur dengan bumbu lalu tambahkan telor atau surimi yang telah digoreng

6. Makan dengan lahap, ditemani teh manis hangatπŸ˜‰ (Jangan lupa check kompor udah mati apa belom, gak lucu juga kalau lagi makan terus rumah kebakaran)

Begitulah tips saya hari ini, semoga bermanfaat.

Selamat memasak!!!

4 Tanggapan to “makanan pokok mahasiswa perantauan”

  1. Ita Says:

    Indomie ato mie goreng emang the best! apalagi klo pedessssss banget. *spicy lover*πŸ˜€

  2. A. Qahar Mudzakkir Says:

    he3πŸ™‚
    ternyata waktu boleh berubah, tapi perilaku tetep sama.. salam kenal


  3. hehehe..iyya, itu tampaknya sudah penyakit turunan mahasiswa/i. hihihi. salam kenal juga!!πŸ˜‰


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: