Procrastinatology

Maret 12, 2008

Disini saya terdampar bersama 8 buah buku tebal di depan mata. Semuanya memiliki kata ‘innovation‘ pada sampul mukanya. Buat saya, buku-buku ini terlewat tebal. Begitu tebalnya sehingga ketika saya tumpuk, saya tidak bisa lagi melihat apa yang ada dibalik buku-buku ini. Saya tidak mau dibilang nerd, tapi saya rasa saya akan berkomentar yang sama jika melihat orang lain duduk sendirian dengan segunung buku dihadapannya.

Tapi tenang saja mey, ini bukan hobi. Saya tahu ko, Anda suka gerah kalau melihat saya sibuk dengan bahan-bahan ujian. Ini dalam rangka persiapan otak – untuk menyusun sebuah paper. Ibarat memanaskan mobil, otak saya harus panas untuk bisa mulai menulis. Jadi disinilah saya, di tempat dimana buku-buku berkumpul menjadi satu. Disusun berdasarkan kategori dan pengarang. Dimana selalu ada wanita berkacamata tebal yang siap melayani di dekat pintu masuk. Perpustakaan.

Sebenarnya mey, ini tempat yang paling tidak ingin saya kunjungi kalau sedang berada di kampus. Bukan apa-apa, kadang saya tidak tahan dengan kesunyiannya. Heningnya bikin kepala sakit. Tidak ada suara sama sekali. Saking sunyinya, yang terdengar hanyalah bunyi heater yang makin lama makin terdengar kencang. Membuat kuping serasa mau meledak. Tapi ya, apa boleh buat. Saya diharuskan untuk membaca sebanyak mungkin buku referensi. Dimana lagi kecuali harus kesini. Ini namanya tuntutan karir, mau tidak mau harus dikerjakan.

*menghela nafas*

Hahaha, nasib ya Mal? Sebenernya nasib kita tanpa disadari sama, saya juga stuck di perpustakaan kampus hari ini. Mulai dari jam 1 siang sampai kurang lebih jam 7 malam, bukan karena harus baca referensi sih (jadi bisa disimpulkan nasib saya sedikit lebih baik dari nasib Anda). Pertamanya gara-gara saya ada meeting jam 2 siang sama Course Director saya untuk membicarakan masalah realisasi study plan saya yang agak ngaco belakangan ini. Tapi ternyata setelah selesai meeting yang cuma bertahan 15 menit itu, saya harus menunggu sampai jam 4 sore untuk bertemu dengan mentor Internship saya untuk ngomongin masalah report (lagi). So in between, saya memutuskan untuk “maen” di perpustakaan dan bermain-main dengan komputer dan internet.

Nah, ini baru namanya teman sejati, terpisah ratusan kilometer tapi sama-sama terdampar di perpustakaan. Mungkin bedanya Anda sempat bermain-main, sedangkan saya harus berurusan dengan setumpuk buku. Ini memang akibat dari tugas yang terus ditunda-tunda sampai pada detik terakhir. Hasilnya begini, terjebak di ruangan sunyi penuh buku sambil garuk-garuk kepala.

Eits, Mal, santai dulu dong awh… saya bukannya gak suka dibilang teman sejati (saya sempat terbang ke langit ketujuh waktu anda bilang saya teman sejati, hihihi) masalahnya saya memang tidak memiliki pilihan, andai saja persediaan “kotak nikotin” saya masih ada, mungkin saya lebih memilih untuk diam di cafe sambil minum kopi dan merokok. Tapi kembali pada inti pembicaraan kita ya Mal, ngomong-ngomong masalah orang yang suka menunda pekerjaan sampai pada detik terakhir..saya ingat ada istilah dalam bahasa inggris yang tepat. Mirip-mirip sama professor gitu.. saya ingat betul ada istilah-nya, tapi saya lupa istilahnya apa Mal, hehehehe..

*wuzzzzzzzzzzzzzzzzzz*(kabur sebelum ditimpuk sama kamus bahasa inggris).

Iya mey, saya ingat Anda pernah bertanya lewat YM. Namanya procrastinator, istilah untuk orang-orang dengan kecenderungan sikap orang untuk menunda pekerjaan sampe batas waktu terakhir. Bisa dicari di Google untuk lebih jelasnya. Ingat, bukan prostatectom lho ya, karena yang saya maksud ngga ada hubungannya dengan alat kelamin. Dan untuk prostatectom, ngga usah dicari di Google ya. Pokoknya ngga usah.

Jadi gitu, contohnya ya saya ini. Pagi ini harusnya dihabiskan di tempat tidur bermalas-malasan – bukan di tempat dengan suara heaternya kencang bukan main. Selalu begini deh kalau harus berurusan dengan tugas-tugas yang kurang menarik hati. Pernah di kondisi yang sama, Mey?

Bukan pernah lagi sih Mal kalau saya mah, karena tampaknya hampir setiap saat yang terjadi itu seperti itu mal.. Kalau berhubungan sama semua subject yang ada di jurusan saya ini, tampaknya memang saya harus mengorbankan waktu tidur saya hanya untuk mendapatkan ECTS cukup. Contoh nyata dalam kehidupan saya (dan sangat sering terjadi) adalah; kalau saya harus bangun pagi-pagi buta untuk mengikuti kelas-kelas biadab yang terjadi biasanya saya mengeluh lalu berusaha berlama-lama di tempat tidur sampai tiba saatnya saya harus benar-benar bangun dan berlari menuju kampus (dan mengikuti kelas sambil pasang earphone – dengerin lagu, terus ketiduran di depan mata si dosen). Tapi kalau saya harus bangun pagi untuk nyanyi di satu tempat, yang terjadi adalah saya bangun sepagi mungkin dan mempersiapkan diri sesiap mungkin lalu mengatur agar saya bisa dapet mood yang bagus dan tidak berlari menuju station – mengejar kereta. Perbedaan yang ada sangat jelas. Toch?

Ya, betul. Makanya saya juga sering bilang, sayang sekali saya ini bukan fotografer profesional atau pemain bola. Tuntutan karir, mey. Kita sama-sama pelajar, apalagi tugasnya kalau bukan belajar. Yes?

Iyes.

Tapi – regardless all of the situation above lho Mal, prostatectom itu apaan sih?

-_____-

2 Tanggapan to “Procrastinatology”

  1. willy Says:

    hah..kalian ber2 memang mahluk yang rajin dan pintar, terkadang terlintas di benak saya, “apa sih yang kemal ngga tau?”, nampaknya dia tau semua, wawasan yang luas, muka ganteng, hidup terencana..klo saya seorang perempuan mungkin anda adalah wanita yang ingin saya kencani..untung anda laki2, jadinya hanya sahabat saja.hehehe..
    iya mal prostatectom apa?hehehe…


  2. hahaha..mungkin gara-gara itu ya kemal kadang dipanggil dengan sebutan “kemalpedia”. tapi gak usah khawatir bang, abang sekarang naksir sama dia jg boleh kok minta kencan bareng. hihihi..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: